Indonesia pindah ibu kota untuk menggantikan Jakarta yang tenggelam

Indonesia pindah ibu kota untuk menggantikan Jakarta yang tenggelam
Layanan VOA Indonesia, Domain publik, melalui Wikimedia Commons

Pemerintah Indonesia akan mengubah ibu kotanya menjadi Nusantara, untuk menggantikan Jakarta yang tenggelam dengan cepat, korban perubahan iklim yang telah lama menderita.

Pada April 2019, pemerintah Indonesia, negara luas dengan 17.000 pulau, mengumumkan niatnya untuk memindahkan ibu kota administratif, sekarang Jakarta, ke lokasi lain. Keputusan itu diambil karena berbagai alasan, yang paling signifikan adalah meningkatnya efek perubahan iklim. Ide ini sekarang telah disetujui secara resmi oleh parlemen nasional, yang juga telah memutuskan untuk menamai kota baru Nusantara, yang berarti ‘kepulauan’. Ibukota baru akan berlokasi di pulau besar Kalimantan.

Sebagai korban pemanasan global yang sudah lama menderita, Jakarta menderita banjir berkala, sesuatu yang biasa dialami penduduknya. Masalahnya adalah bahwa episode seperti itu telah menjadi lebih sering dan lebih parah selama beberapa dekade terakhir.

Jakarta sebagian besar dibangun di atas tanah berawa di tepi laut. Musim hujan membawa banyak kesulitan bagi banyak tetangganya.

“Kemungkinan tenggelamnya Jakarta bukan main-main,” kata Heri Andreas yang telah mempelajari tenggelamnya ibu kota Indonesia selama 20 tahun di Institut Teknologi Bandungkepada BBC.

“Kalau kita lihat model kita, pada tahun 2050, 95% Jakarta Utara akan terendam,” tambahnya.

Faktanya, prosesnya sudah berlangsung dan Jakarta adalah kota yang paling cepat tenggelam di planet ini. Jakarta Utara telah tenggelam lebih dari 2,5 meter dalam 10 tahun dan terus tenggelam dengan kecepatan 25 sentimeter per tahun di beberapa bagian, yang lebih dari dua kali lipat rata-rata global untuk kota-kota besar pesisir.

Dari sisi kota secara keseluruhan, tenggelam rata-rata 1,15 sentimeter per tahun dan hampir setengahnya berada di bawah permukaan laut.

Kasus paling terkenal dari kota yang tenggelam adalah Venesia, yang menurut NASA data dari 2019, tenggelam dengan kecepatan 3,4 milimeter per tahun dan semakin cepat.

READ  Sembilan tewas setelah kapal terbalik dalam badai Indonesia

Presiden Indonesia, Joko Widodo, menjelaskan: “Nusantara tidak hanya akan memiliki kantor pemerintah. Kami ingin membangun smart metropolis yang dapat menjadi magnet bagi talenta global dan pusat inovasi.”

Daerah yang dipilih memiliki medan yang lebih aman dan kurang rentan terhadap bencana alam yang mencirikan bagian lain negara, seperti gempa bumi dan gunung berapi.

_______________________________________________________________________________

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, jangan lupa untuk kembali dan memeriksa Berita Mingguan Euro situs web untuk semua berita lokal dan internasional terkini Anda dan ingat, Anda juga dapat mengikuti kami di Facebook dan Instagram.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor