Ini Upaya Jangka Pendek dan Menengah Pemkot Bogor Tangani Banjir

mediabogor.com, Bogor – Pemerintah Kota Bogor terus melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi banjir saat musim penghujan tiba. Salah satunya melakukan normalisasi saluran air di selokan hingga aliran kali dan sungai.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, di setiap wilayah mulai dari kelurahan sampai kecamatan telah menjalankan gerakan normalisasi aliran air yang terhambat oleh sampah baik di selokan maupun aliran kali dan sungai. Karena salah satu penyebab terjadinya banjir adalah tersumbatnya aliran air oleh sampah sehingga air tidak berjalan dengan normal. Itulah yang menyebabkan air naik menjadi genangan yang dalam volume besar menjadi banjir.

“Kita mulai normalisasi saluran air di Sawojajar, Sukasari, Nyi Raja Permas, Suryakencana. Selanjutnya ke Dewi Sartika. Normalisasi ini, juga dilakukan di tiap wilayah di semua kelurahan,” bebernya, Jumat (13/9/19).

Khusus di Kota Bogor, sambung Dedie, nantinya tidak boleh ada lagi bangunan yang didirikan di atas saluran air, di atas trotoar dan di badan jalan. “Ke depan kita evaluasi bangunan-bangunan yang didirikan di atas saluran air. Yang sudah terbit izin masa lalu yang bisa dikoreksi kita koreksi. Kita concern terkait izin-izin ke depan,” kata Dedie.

Untuk jangka pendek, lanjutnya, menggalakkan program naturalisasi Ciliwung yang bertujuan untuk membatasi jumlah sampah rumah tangga yang masuk ke sungai. Gerakan ini, diharapkan dapat mengurangi beban Ciliwung. Termasuk pembuatan TPS 3R dan biopori di beberapa wilayah.

“Untuk jangka menengah, kita berharap dengan adanya Bendungan Ciawi dan Sukamahi, dapat mengontrol debit air yang masuk ke Sungai Ciliwung sehingga banjir kiriman tidak sebesar sebelum ada bendungan,” pungkasnya. (*/d)