Iran Bertanggung Jawab atas Kesepakatan Normalisasi…

loading…

WASHINGTON – Iran memikul tanggung jawab atas rekonsiliasi antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA), dalam banyak hal. Hal itu diungkapkan oleh analis asal Amerika Serikat (AS), Dennis Ross.

“Mereka (negara Arab dan Israel) melihat ancaman yang sama. Banyak negara bagian di Jazirah Arab melihat ancaman (dari) Iran dan mereka tidak melihat ancaman dari Israel. Jadi, Israel menjadi semacam mitra alami,” ucap Ross, seperti dilansir Al Arabiya.

(Baca: Israel Berharap Penandatangan Normalisasi Hubungan dengan UEA Digelar September )

Awal bulan ini, Israel dan UEA mengumumkan bahwa mereka akan menormalkan hubungan diplomatik. Di bawah perjanjian tersebut, yang ditengahi oleh Presiden AS, Donald Trump, Israel setuju untuk menangguhkan rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Ross menyatakan bahwa masalah Palestina menjadi kurang penting di kawasan itu, dengan mengatakan bahwa ini kareana negara lain melihat adanya ancaman yang lebih langsung kepada mereka dan harus segera mereka tangani.

Kesepakatan itu juga memperkuat penentangan terhadap kekuatan regional Iran, yang dipandang UEA, Israel dan AS sebagai ancaman utama di Timur Tengah yang dilanda konflik.

Ross, yang juga merupakan diplomat veteran AS itu, mengungkap sejumlah pilihan yang dimiliki Palestina. Menurutnya, Palestina tidak boleh bersekutu dengan Iran dan Turki, terutama dengan dukungan Turki dari Ikhwanul Muslimin, jika ingin misi mereka tercapai.

(Baca: El Al Jadi Maskapai Komersial Israel Pertama yang Terbang ke UEA )

“Mereka (Palestina) harus memikirkan tentang apa yang dapat mereka lakukan dengan orang-orang di wilayah tersebut, yang pada dasarnya ingin melihat negara Palestina, tetapi yang juga memberi isyarat bahwa sementara mereka siap untuk melakukan beberapa hal untuk Palestina, negara-negara itu tidak siap menunggu selamanya untuk Palestina,” ujar Ross.

READ  Publik Marah, Thailand Tunda Beli 2 Kapal Selam China Seharga Rp 10,5 Triliun

“Ada pesan yang tidak salah lagi dari wilayah itu kepada orang-orang Palestina dan itu adalah bahwa negara-negara Arab memiliki kepentingan mereka sendiri dan bahwa mereka tidak akan melupakan orang-orang Palestina. Tetapi, jika orang Palestina tampaknya tidak siap untuk melakukan banyak hal sendiri, mereka tidak akan menunggu,” tukasnya.

(esn)

Written By
More from Abbud Saeed

Bentrok Pecah di Perbatasan China, Tentara India Tewas

VIVA – Ketegangan antara India dan China masih terus berlanjut. Belum lama ini...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *