Jaga Perbatasan Papua Nugini, Ratusan Prajurit TNI Yonif 315/Garuda Bogor Siap DIberangkatkan

Mediabogor.com, Bogor – Akhir bulan nopember 2017 ini, dikabarkan ratusan prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 315/Garuda, akan melaksanakan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia – Papua Nugini, dan tugas ini nantinya akan menggantikan Yonif Para Raider 503/MK Kostrad. Satuan tempur Korps baret hijau ini akan bertolak dari markasnya yang berlokasi di Jalan Mayjen Ishak Djuarsa, Kota Bogor.

Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf. Mirza Agus mengatakan, pemberangkatan Satgas Pamtas Yonif 315 Garuda ke Indonesia – Papua Nugini ini, untuk persiapan sendiri telah dilakukan sejak 10 bulan lalu.

“Persiapan tahap demi tahap sudah dilakukan mulai sejak bulan Februari dan kemarin tanggal 9 November 2017 diperiksa langsung oleh Bapak Assisten Operasi Panglima TNI Mayjen TNI Rudit Fusung beserta staff dari Mabes TNI,” kata Danrem, baru – baru ini.

Dari hasil pengecekan terakhir, lanjut Mirza, Yonif 315/Garuda dinyatakan sudah siap melaksanakan Pamtas, baik kesiapan secara materil, prajurit, latihan dan perlengkapan lainnya. Sehingga para prajuritf hanya tinggal menunggu waktu pemberangkatan saja.
“Prajurit yang berangkatkan kesana berjumlah 450 orang, 75 persen dari Yonif 315/Garuda dan 25 persen dari jajaran Kodam III/Siliwangi. Mereka akan bertugas kurang lebih 9 bulan untuk menggantikan tugas Yonif Para Raider 503/MK Kostrad,” urai mantan Dandim 0606/Kota Bogor itu.

Dijelaskannya, bahwa target Satgas Pamtas disana adalah menyelesaikan dua patok perbatasan yang masih belum terselesaikan. Disamping itu, mereka pun bertugas menjaga keberadaan patok-patok perbatasan lainnya.

Terkait munculnya kelompok separatis baru-baru ini, Mirza menegaskan, bahwa keberadaan mereka itu jauh dari perbatasan. Namun, ia berpesan, sesuai arahan prajurit harus tetap selalu waspada dan pedomani protap atau prosedur yang sudah disiapkan.

Sementara itu, Danyon 315/Grd Letkol Inf. Rendra Dwi Ardhani menambahkan, selain para prajurit dibekali dengan kemampuan militer, juga dibekali pengetahuan tentang sosial dan budaya masyarakat disana, termasuk untuk mengatasi berbagai macam permasalahan-permasalahan dari eksternal maupun internal.

“Tak hanya itu, prajurit dibekali pula oleh kemampuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat diperbatasan, salah satunya mengajar masyarakat setempat di sekolah, yang selama ini kita telah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Bogor,” tandas mantan Pabandya Ops Sopsdam III/Slw itu. (RF)