Jawa Timur memantau pusat penjualan hewan Qurban

Jawa Timur memantau pusat penjualan hewan Qurban

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan bupati dan walikota di provinsi itu untuk memeriksa dan memantau pusat-pusat penjualan hewan kurban atau kurban di tengah mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Di tengah mewabahnya penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak, kami ingin memastikan masyarakat Jatim dapat menjalankan (kegiatan) ibadah dengan lancar,” katanya di Jakarta, Senin.

Parawansa berharap wabah PMK tidak mengganggu aktivitas ibadah umat Islam selama Idul Adha, termasuk ritual penyembelihan hewan. Ia juga berharap agar proses pendistribusian hewan kurban dapat berjalan dengan aman dan higienis.

Menurut gubernur, pengecekan dan pemantauan balai-balai penjualan hewan Qurban ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Kementerian Agama (Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2022) tentang Pedoman Pelaksanaan Sholat Idul Fitri dan Penyembelihan. Hewan Qurban untuk Idul Adha 2022.

Pemerintah Jawa Timur juga mengeluarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 188/362/KPTS/013/2022 tentang status darurat wabah penyakit mulut dan kuku pada 30 Mei 2022.

Selain itu, Surat Edaran No. 524/6359/122.3/2022 diterbitkan tentang pengendalian dan pencegahan penyakit mulut dan kuku pada ternak di Jawa Timur pada tanggal 31 Mei.

Berita Terkait: Kementerian usulkan anggaran Rp4,6 triliun untuk lawan wabah PMK

Gubernur menegaskan, sangat penting bagi kepala daerah membuat kebijakan untuk menyiapkan balai penjualan hewan kurban yang sehat dan bebas PMK.

“Kami selalu berupaya memberikan rasa aman di tengah masyarakat, khususnya bagi umat Islam yang akan merayakan Idul Adha,” ujarnya.

Ia menjelaskan, aturan tersebut mengatur tentang pelaksanaan protokol kesehatan pelaksanaan ibadah dan ritual Idul Adha, serta penyembelihan dan pembagian daging kurban.

READ  Pastikan tidak ada diskriminasi dalam sertifikasi tanah tempat ibadah: govt

Menurut data satgas PMK, hingga Sabtu (25/6), sedikitnya 100.492 hewan terinfeksi PMK di Jawa Timur. Jumlah kasus aktif yang dipatok sebanyak 82.056 ekor ternak, terdiri dari 81.697 ekor sapi, 60 ekor kerbau, 217 ekor kambing, dan 82 ekor domba. Sementara itu, jumlah kematian hewan akibat penyakit tersebut tercatat sebanyak 563 ekor.

Berita Terkait: Legislator menyerukan penguatan karantina untuk membatasi penyebaran PMK

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor