Puluhan Anak Punk Bagi-Bagi Takjil Gratis ke Pengguna Jalan

mediabogor.com, Bogor – Bulan Ramadan tak hanya menjadi momen untuk menahan lapar dan haus tapi juga menjadi wadah untuk berbagi kepada sesama. Semangat berbagi dan berbuat kebaikan di momen Ramadan ini, juga dilakukan oleh sekelompok anak punk yang melakukan iftar dengan membagikan takjil gratis kepada pengguna jalan.

Aksi yang dilakukan tiga komunitas dari tiga kota ini, adalah yang pertama kali digelar di bulan Ramadan dan Kota Bogor adalah kota pertama penyelenggara kegiatan.

Koordinator acara, Abu Thoriq mengatakan, kegiatan ini, diprakarsai oleh tiga komunitas dari tiga kota yang tergabung dalam komunitas Punkgil Aku Saudaramu (PAS). Tiga komunitas tersebut yaitu Yayasan Riyadhus Shalihin Indonesia (Yarsi) yang bermarkas di Ciapus, Bogor, Punkajian Bekasi, dan Majelis Dakwah Islam Indonesia (Madina) dari Jakarta.

“Alhamdulillah terkumpul 250 paket takjil. Takjil ini, berasal dari donatur di Yarsi, Punkajian Bekasi, dan Madina. Semua takjil dibagikan secara gratis menjelang waktu berbuka puasa kepada para pengguna jalan yang melintas di kawasan jalur Empang-Mall BTM,” katanya disela bagi-bagi takjil on the road, Kamis (30/5/2019) sore kemarin.

Dikatakan Abu, kegiatan ini, untuk menepis stigma negatif yang selama ini ditujukan kepada komunitas punk. Dia ingin masyarakat menilai bahwa menjadi baik adalah proses. Masih ada nilai kebaikan di balik penampilan anak punk. Karena itulah, aksi berbagi untuk kebaikan ini dilakukan.

“Setelah Lebaran, kita akan menggiatkan kembali kajian-kajian Islam, pendalaman Tauhid, dan baca Alquran di rumah singgah Cibereum, Bogor. Dan itu bakal rutin digelar setiap hari Selasa dan Jumat bada Ashar,” ujarnya.

Ditambahkan oleh koordinator lapangan Gugun Noise, dari 100 paket yang direncanakan alhamdulillah bertambah menjadi 300 paket takjil.

“Saya sangat bersyukur. Awalnya cuma bisa nyiapin 100 kotak dari dana patungan teman-teman punk di Bogor, kemudian dapat tambahan dari donatur sehingga bertambah menjadi 300 kotak,” bebernya.

Gugun mengungkapkan, Punk Bogor tidak bekerja sendirian. Pihaknya berkolaborasi dengan komunitas lain yang memiliki semangat dan tujuan yang sama yakni berbuat kebaikan dengan berbagi ke sesama lewat hal-hal kecil dan sederhana. Dengan adanya aksi solidaritas semacam ini, komunitas Punk Bogor bisa hijrah ke arah yang lebih baik.

“Masyarakat diharapkan tidak cepat menghakimi kami dari komunitas punk. Untuk mengajak berbuat baik kepada kami harus dengan cara merangkul dan mengajari, bukan menghakimi agar menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya. (*/d)