Juru bicara Gugus Tugas Covid-19: Meskipun ada vaksin, tetap waspada dan aktifkan 3M

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19: Meskipun ada vaksin, tetap waspada dan aktifkan 3M

Merdeka.com – Sejumlah pihak tengah gencar mempersiapkan vaksin Covid-19. Dimana virus Corona telah membunuh puluhan juta orang di berbagai belahan dunia. Masyarakat diharapkan tidak berpuas diri dalam tetap waspada dan taat dalam melaksanakan protokol kesehatan agar tidak tertular. Bagi mereka yang terinfeksi dan kemudian sembuh, ini tidak berarti mereka kebal.

Juru bicara dan duta Satgas Covid-19 untuk adaptasi kebiasaan baru, Dr. Risa Broto Asmoro mengatakan jika terjadi wabah COVID-19 lebih baik melakukan upaya pencegahan daripada pengobatan. Meski vaksin akan tersedia di kemudian hari, namun masyarakat dituntut untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau bisa imunisasi spesifik dari vaksinnya, kenapa kita sakit. Dan kita harus memperhitungkan, harus disiplin menjaga diri sendiri dan orang lain. Minimal 3M pakai masker dengan baik, jaga jarak aman minimal satu meter, baru cuci.” Tangan sesering mungkin, idealnya dengan sabun dan air mengalir, minimal 20 detik, ”jelasnya dalam dialog juru bicara pemerintah dan duta besar untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru di bawah tajuk“ Mengelola Vaksinasi di Indonesia ”yang diadakan di Komite Media Center untuk menangani COVID-19 Dan pemulihan ekonomi. Nasional (KPCPEN), Senin (23/11).

Pakar imunisasi Indonesia, Dr. Jane Subardi, mengingatkan masyarakat agar tidak cuek dengan upaya pemberian vaksin Covid-19 terkait penanganan wabah Covid-19 yang dilakukan pemerintah. “Kalau beruntung bisa divaksinasi Covid-19, jangan ditolak. Syukurlah kalau mendapat vaksin ini,” ujarnya.

Melalui pengalaman puluhan tahun dengan imunisasi, Jen setuju bahwa vaksin adalah upaya pamungkas untuk menghentikan penyebaran COVID-19 dan membangun kekebalan masyarakat.

Dia berkata: “Ilmuwan saat ini memiliki pengetahuan yang sangat terbatas tentang COVID-19, selalu ada sesuatu yang baru. Kami tidak tahu, misalnya, jika kami sekarang memiliki Covid-19 dan pulih, kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.”

READ  Ilmuwan juga menyebut manusia purba hibernasi, seperti beruang

Ia juga meminta agar masyarakat tidak terabaikan dengan anggapan Covid-19 hanya akan menjangkiti tubuh manusia yang terinfeksi satu kali. Ia mencontohkan infeksi cacar air. Penyakit ini tidak hilang, tetapi semakin memburuk seiring bertambahnya usia.

“Misal dulu kita terkena cacar air di masa kanak-kanak, sudah sembuh. Ternyata virus cacar itu tidur di saraf ganglion. Nanti, mungkin 15-20 tahun dari sekarang, tiba-tiba saat kita dalam kondisi buruk, muncul penyakit Herpes Zoster (cacar ular). , “Ini untuk menjelaskan.

Dan pakar vaksinasi ini menambahkan bahwa penularan virus Corona sangat cepat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan dan memperhatikan ketersediaan vaksin nantinya.

“Masyarakat juga harus tahu betul bahwa vaksin dan obat itu tidak sama, melainkan sama sekali berbeda. Membuat vaksin jauh lebih sulit daripada membuat obat. Namun, vaksin, sampai diterima, jauh lebih sulit kondisinya daripada obat-obatan. Karena vaksin akan diberikan pada obat-obatan. . Orang sehat. Obat sudah diberikan kepada pasien. “

“Pemberian vaksin hanya bisa diberikan jika terbukti orang sehat yang mendapat vaksin tetap sehat. Karena itu, memiliki kekebalan,” ujarnya panjang lebar. [bim]

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor