Kaget IMB Alhambra Apartemen Turun, Warga Ngadu ke Jokowi

mediabogor.com, Bogor – Selama lima tahun, warga yang terdampak rencana pembangunan Alhambra Apartemen di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, memperjuangkan penolakan. Berbagai upaya telah dilakukan warga untuk menolak rencana pembangunan apartemen setinggi 8 lantai itu, bahkan warga sudah memohon kepada Walikota Bogor Bima Arya untuk tidak mengeluarkan IMB, karena masih banyak warga yang belum memberikan persetujuan perizinan.

Namun upaya warga tidak berhenti, beberapa waktu lalu, warga telah menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo melalui surat bernomor : 001/WBB-TA/VII/2019 perihal pengaduan keberatan atas terbitnya IMB GPPC atau Alhambra Apartemen di Tegallega. Perwakilan warga, Imam Supriyadi mengatakan, surat kepada Presiden Jokowi sudah disampaikan dan sudah diterima TU Kemensetneg pada 14 Agustus 2019.

“Kami sudah menyerahkan surat ke Presiden melalui TU Kemensetneg. Intinya dalam surat itu ada 8 poin penting soal IMB GPPC atau Alhambra Apartemen itu,” ungkapnya.

Iman menjelaskan bahwa IMB Alhambra itu sangat cacat hukum dan cacat prosedural. Walikota Bogor harus membekukan dan mencabut kembali IMB yang sudah diterbitkan. “Kami akan berjuang terus hingga IMB itu dicabut kembali. Kami akan segera menemui Presiden di Istana Bogor agar kasus ini segera mendapatkan perhatian dan penyelesaian,” ucapnya.

Menurut Imam, warga sudah 5 tahun berjuang untuk menolak adanya pembangunan Apartemen GPPC yang berubah menjadi Alhambra Apartemen. Sejak awal Walikota Bogor Bima Arya menegaskan tidak akan mengeluarkan IMB sebelum seluruh warga menyetujui dan memberikan persetujuan perizinan. Tetapi kenyataannya, masih ada warga yang belum diakomodir, dan pada Mei 2019, Pemkot Bogor akhirnya mengeluarkan IMB. “Sampai kapanpun kami tidak menyetujui Alhambra Apartemen, apapun yang terjadi, kami akan menolak dan terus berjuang,” tegasnya. (*/Nick)