Kasus campak tahun 2019 mencapai titik tertingginya dalam 23 tahun terakhir

Ada hampir 87.000 kasus campak pada 2019 dan jumlah kematian 207.500.

REPUBLIKA.CO.ID, London – Banyaknya anak yang menderita Penyakit campak Pada tahun 2019 ini telah mencapai rekor tertinggi dalam 23 tahun terakhir. Kabar tersebut diumumkan dalam data baru yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah penelitian, Organisasi Kesehatan Dunia dan CDC menyebutkan bahwa terdapat hampir 87.000 kasus campak pada 2019, dengan jumlah kematian mencapai 207.500. Jumlah ini menunjukkan peningkatan hingga 50% sejak 2016.

Salah satu penyebab peningkatan ini adalah penurunan vaksinasi yang cukup signifikan. Anak-anak harus menerima dua dosis Vaksin campak Untuk menghindari penyakit yang sangat menular ini.

“Data tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa kami gagal melindungi anak-anak dari campak di setiap wilayah di dunia,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan.

Untuk mencegah wabah campak, Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan sekitar 95 persen populasi harus divaksinasi. Secara global, cakupan vaksinasi dengan kedua vaksin campak telah berhenti antara 70% dan 85%.

Organisasi Kesehatan Dunia dan Pusat Pengendalian Penyakit telah memperingatkan bahwa upaya global untuk menghentikan pandemi virus korona baru (COVID-19) juga telah mempersulit kampanye vaksinasi campak, yang memungkinkan penyakit itu menyebar lebih jauh. Kedua lembaga tersebut mengatakan bahwa pada November, lebih dari 94 juta orang di 26 negara berisiko tidak divaksinasi campak karena kampanye tersebut. Vaksinasi campak Yang berhenti.

Banyak dari negara-negara ini menderita epidemi yang terus-menerus. Dari negara-negara yang menunda layanan imunisasi tahun ini, hanya delapan yang telah dilanjutkan, termasuk Brasil, Republik Afrika Tengah, Kongo, Ethiopia, Nepal, Nigeria, Filipina, dan Somalia.

READ  RI tidak mau mencari Mars: biayanya terlalu tinggi

Campak kebanyakan menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun dan bisa berakibat fatal bagi mereka yang kekurangan gizi atau memiliki sistem kekebalan yang lemah. Lebih dari 95 persen kematian akibat campak terjadi di negara berkembang. Faktanya, penyakit ini telah tercatat di seluruh Eropa sebagai penyebab wabah besar setiap tahun.

More from Mahammed Shehata

Xiaomi memperkenalkan Redmi K30S, ponsel ganda Mi 10T

KOMPAS.com – Setelah sederet bocoran beredar di Internet, Redmi K30S akhirnya diperkenalkan...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *