Kasus Corona di India Melonjak, Dekati 4 Juta Halaman all

KOMPAS.com – Jumlah kasus virus corona di India mengalami lonjakan pesat, setelah melaporkan penambahan lebih dari 80 ribu kasus selama dua hari berturut-turut.

Melansir The Guardian, Jumat (4/9/2020), India mencatat tambahan 83.341 kasus konfirmasi positif virus corona pada hari ini.

Penambahan itu membuat whole kasus virus corona di India kini mendekati 4 juta, tepatnya 3,94 juta.

Penambahan kasus konfirmasi positif itu juga diikuti dengan 1.096 orang yang meninggal dunia. Kini, full kasus kematian di India telah mencapai 68.472 orang.

India berada di peringkat ketiga dunia terkait jumlah kasus Covid-19, di bawah Amerika Serikat dan Brazil.

Sementara itu, mengutip CNN Global, hampir 77 persen atau 2.970.492 dari kasus yang dikonfirmasi positif dinyatakan berhasil pulih.

Di India, tidak semua pasien memerlukan tes agar dianggap sembuh.

Pasien dengan gejala ringan dan sedang dianggap tidak lagi aktif setelah 10 hari timbulnya gejala, jika mereka memenuhi kondisi tertentu. Namun, kasus yang parah hanya dapat dipulangkan setelah satu kali tes negatif.

Baca juga: Update Corona Global: 26,4 Juta Kasus Infeksi, 5 Negara dengan Kasus Tertinggi | Kasus Lokal Pertama di Thailand

Dalam beberapa hari terakhir, Delhi dan negara bagian Maharashtra mengalami peningkatan jumlah kasus secara signifikan.

Menurut otoritas kesehatan setempat, Maharashtra mencatat lebih dari 15.765 kasus Covid-19 baru pada hari Rabu.

Sementara wilayah persatuan Delhi, yang mencakup wilayah ibu kota negara New Delhi, mencatat 2.509 kasus baru.

Penyebab tingginya kasus

Kementerian Kesehatan India menyampaikan di Twitter, pada Kamis (3/9/2020) bahwa mereka melihat lonjakan angka tes yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan lebih dari 1.170.000 tes telah dilakukan dalam 24 jam terakhir.

READ  Cerita Sopir Innova yang Viral Keluar Parkiran Sempit: Enggak Masalah buat Saya Halaman all

Seperti diberitakan Kompas.com yang mengutip The Moments of India, 24 Agustus 2020, pemerintah India terus meningkatkan jumlah tes merespons pandemi yang masih terus terjadi.

Pada saat itu, India telah melakukan pengujian virus corona sebanyak 900.000 dalam satu hari.

Selain peningkatan tes yang dilakukan pemerintah, jumlah pengetesan yang dilakukan oleh laboratorium swasta juga meningkat, dengan proporsi 10-12 persen dari overall tes yang dilaksanakan.

Dari 1.511 laboratorium yang ada, 983 di antaranya merupakan milik pemerintah.

Tes cepat mengkhawatirkan

Peningkatan kapasitas pengujian yang dilakukan oleh India tidak serta merta menghilangkan kekhawatiran para ahli.

Pada bulan Juni, India mulai menggunakan alat tes yang lebih murah dan lebih cepat, tetapi disebut kurang akurat.

Para ahli memperingatkan bahwa penggunaan alat tes tersebut memerlukan pengetesan ulang yang teratur, sebuah kondisi yang tidak selalu dapat dilakukan.

Kasus-kasus meningkat lebih cepat dari kemampuan laboratorium melakukan pengujian saat India mulai melakukan pelonggaran pembatasan. Saat itu, pemerintah masih menggunakan tes molekular untuk mendeteksi kode genetik virus.

Namun, mereka memutuskan untuk menunjang metode itu dengan tes yang lebih cepat dengan menguji antigen atau protein virus. Meskipun kurang akurat, tes ini lebih murah dan dapat diketahui hasilnya dalam hitungan menit.

Baca juga: Menlu: Negara G-20 Harus Jadi Penggerak Akses Setara dan Harga Terjangkau Vaksin Covid-19

Written By
More from Abbud Saeed

Menangi Pemilihan Ketua Partai, Yoshihide Suga Bakal Jadi PM Jepang Halaman all

TOKYO, KOMPAS.com – Yoshihide Suga memenangi pemilihan ketua LDP, partai berkuasa di...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *