mediabogor.com, Internasional – Malang apa yang dialami seorang gadis berusia 15 tahun ini, ia mengklaim dirudapaksa secara sistematis oleh puluhan orang di sebuah desa kecil di sebuah pulau di Thailand. Gadis yang tidak disebutkan namanya itu mengaku, 40 pria telah melakukan pelecehan seksual selama delapan bulan, pada tahun 2016.

Para pelaku memanfaatkan orangtuanya yang pergi bekerja dengan menculik dan membiusnya sebelum melakukan tindakan keji itu secara beramai-ramai. Pengakuan gadis ini membuat menggemparkan Desa Ban Koh Raed di Teluk Phang Nga, Thailand barat daya, yang berpenduduk kurang dari 100 orang.

Kasus menghebohkan itu dilaporkan dimulai pada bulan Mei tahun lalu. Ketika seorang pria masuk ke rumah sang gadis dan melakukan aksi biadabnya. Saat kejadian itu, dia masih berusia 14 tahun dan orangtuanya sedang menyadap getahpohon karet.

“Karena saya dan suami bekerja sebagai penyadap karet, kami meninggalkan anak-anak sendirian antara tengah malam dan subuh,” kata ibunya yang berusia 39 tahun kepada The National.

Modus Dibius

Ibunya mengatakan kepada polisi, pria yang sama kembali beberapa malam kemudian dan kembali melakukan tindakan asusila itu.

Selama beberapa bulan berikutnya, pengalaman buruk yang dialami gadis malang itu meningkat.

Pria itu datang lagi ke rumah gadis itu dan memaksanya pergi ke sebuah gubuk di pantai. Di tempat itulah, gadis itu dibius dan menjadi bulan-bulanan pria lainnya.

Polisi Thailand mengaku telah mengidentifikasi 11 dari pelaku yang diduga melakukan aksi biadab itu.

“Warga lokal siap untuk bekerja sama dengan polisi,” kata Yuttanakorn Juanjenkij, seorang pejabat pemerintahan di Tambon Loryoong, kepada Malaysian Digest.

“Mengingat korbannya adalah anak gadis yang tinggal di desa. Klaim semacam itu berarti ayahnya kemungkinan adalah salah satu tersangka.

“Hubungan penduduk lokal di sini umumnya dekat. Sangat sulit bagi mereka untuk percaya kejahatan skala besar semacam itu bisa terjadi di lingkungan mereka,” tambah Yuttanakorn.

Sementara remaja itu mengatakan beberapa pelakunya bukan berasal dari pulau itu. Jumlahnya yang banyak mengindikasikan bahwa sebagian besar penduduk berhubungan langsung dengan pria yang dituduh melakukan pemerkosaan.

Akibatnya, gadis itu dan orangtuanya terpaksa meninggalkan rumah mereka. Mereka mengatakan merasa tidak aman di pulau itu setelah mendapat ancaman dari warga desa lainnya.

 

(sumber:dream.co.id)