Kementerian Pertanian menguraikan tanggapannya yang cepat dan terukur terhadap PMK

Kementerian Pertanian menguraikan tanggapannya yang cepat dan terukur terhadap PMK

Jakarta (ANTARA) – Pusat Karantina Hewan Kementerian Pertanian dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jumat, memaparkan respon cepat dan terukur untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak.

“Hal ini dilakukan melalui beberapa penerbitan SK Menteri Pertanian, surat edaran, dan pedoman pelaksanaan pengawasan peternakan sesaat setelah kasus PMK pertama ditemukan,” kata Kepala Pusat Karantina Hewan, Wisnu Wasisa Putra, di informasi daring. konferensi pers, diakses dari Jakarta, Jumat.

Untuk penanganan PMK, Kementerian Pertanian melakukan pemeriksaan klinis hewan, pemeriksaan fisik ternak, menetapkan persyaratan dokumentasi seperti Sertifikat Kesehatan Hewan (SKKH), penerbitan surat hasil pemeriksaan laboratorium, dan dokumen persyaratan lainnya.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan terhadap hewan angkut di pintu keluar masuk masing-masing wilayah yaitu bandara, pelabuhan laut, pelabuhan sungai, posko lintas batas, instalasi karantina hewan milik pemerintah atau pihak lain, dan moda transportasi, ungkapnya.

Berita Terkait: Ombudsman memuji kementerian, upaya gugus tugas untuk menangani PMK

Kementerian Pertanian juga mendesak pihak terkait untuk menempatkan hewan ternak di karantina selama 14 hari di instalasi karantina hewan di pintu keluar.

“Badan Karantina Pertanian juga telah menyiagakan semua laboratorium pusat yang berada di Balai Besar Pengujian Standar Karantina Pertanian serta laboratorium yang berada di seluruh (pusat) karantina pertanian untuk menguji penyakit hewan,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran PMK saat mengangkut hewan, pemerintah mengimbau kapal pengangkut hewan untuk menghindari area yang dinyatakan sebagai zona merah PMK.

Putra berharap semua instansi terkait dapat membantu memantau kesehatan ternak di setiap daerah dan melaporkan setiap kasus PMK ke Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS), yang menjadi dasar karantina saat hewan diangkut.

READ  Inilah 5 meteor termahal yang ditemukan di Bumi

“Karantina Pertanian (Petugas Pusat) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara (Polri), pemerintah daerah, bea cukai, imigrasi, dan keamanan (pejabat) akan melindungi dan memelihara ternak Indonesia,” tambahnya.

Berita Terkait: Limpo, mitra Australia bahas penanganan PMK
Berita Terkait: 422.401 ekor sapi yang divaksinasi PMK: satgas

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor