Kepala Staf Rakyat memerintahkan Menteri Perhubungan untuk menjelaskan pernyataan yang saling bertentangan tentang navigasi pantai di Parlemen | Malaysia

Kepala Staf Rakyat memerintahkan Menteri Perhubungan untuk menjelaskan pernyataan yang saling bertentangan tentang navigasi pantai di Parlemen |  Malaysia

Menteri Transportasi Datuk Seri Wei Ka-Seong berpidato di depan anggota Parlemen di Kuala Lumpur, 23 September 2021. – Bernama Pic

KUALA LUMPUR, 14 OKTOBER – Menteri Perhubungan Datuk Seri Wee Ka Seong telah diminta untuk mengklarifikasi pernyataannya tentang kebijakan navigasi pantai setelah interpretasi yang bertentangan baru-baru ini diberikan oleh Parlemen.

Kepala Staf Rakyat Datuk Azhar Azizan Harun memberi perintah kepada Wei dalam sebuah surat tertanggal 11 Oktober, meminta Wei untuk menyertakan dokumen pendukung juga.

Dalam surat tersebut, Azhar mencatat bahwa interpretasi Wei di Parlemen pada 30 September bertentangan dengan jawaban tertulis yang diberikan oleh Menteri Komunikasi dan Multimedia Tan Sri Anwar Musa Ali Wee tentang Proyek Sistem Kabel Aprikot Bawah Laut.

surat melayu Saya telah memverifikasi keaslian surat yang dikeluarkan oleh Al-Azhar.

Dalam surat itu, Azhar mengatakan kepada Wei bahwa anggota parlemen Pagan Lim Guan Eng merujuk Menteri Perhubungan ke Komisi Hak dan Keistimewaan karena diduga membuat pernyataan menyesatkan di Parlemen.

Wei dan Liam telah bertengkar di depan umum tentang kebijakan navigasi pantai selama beberapa bulan terakhir.

Pada 30 September, Wei membantah di Dewan Rakyat bahwa keputusannya untuk membatalkan kebijakan pengecualian navigasi pantai telah menyebabkan proyek sistem kabel bawah laut Apricot dilewati oleh Facebook dan Google untuk melewati Malaysia.

Namun, pada 8 Oktober, Perwakilan Stephen Sim dari Bukit Mertajam menerima tanggapan tertulis dari Annuar yang mengatakan bahwa keputusan Wee untuk membatalkan pengecualian navigasi pantai menyebabkan investor melewati Malaysia.

Tanggapan Annuar menyatakan: “Pilihan negara untuk berpartisipasi dalam pemasangan kabel Internet Apricot bawah laut adalah keputusan Facebook dan Google. Malaysia belum terdaftar (berlebihan) sebagai salah satu negara yang peduli dengan stasiun pendaratan kabel mengingat bahwa cabotage kebijakan pembebasan belum diselesaikan”.

Perseteruan atas salinitas pesisir dimulai ketika Wei, pada November 2020, membatalkan pengecualian yang diberikan oleh pendahulunya di bidang kesehatan, Anthony Locke.

READ  Kapal HMAS Australia mengembalikan 19 pelaut Indonesia

Tak lama setelah pembatalan, Ketua Datuk Hussain Muhammad Arif, yang baru-baru ini mengundurkan diri sebagai Ketua Perusahaan Ekonomi Digital Malaysia (MDEC), mengeluarkan pernyataan publik yang mengkritik pembatalan pengabaian tersebut.

Seorang presiden mengundurkan diri dari MDEC pekan lalu, setelah komentarnya menyamakan Wei dengan “menteri dengan intelijen yang terbungkus” di media sosial.

Selanjutnya, dia menantang Lim Wei untuk berdebat di Parlemen tentang kebijakan cabotage tetapi Wei belum menetapkan tanggal untuk diskusi tersebut.

Lim mencatat bahwa Wei mengatakan kabinet akan membuat keputusan akhir awal bulan ini dan mempertanyakan mengapa menteri tidak dapat menjadwalkan diskusi pada 23 Oktober.

Pada bulan April, Facebook dan Google mengungkapkan bahwa mereka akan meletakkan dua kabel besar di bawah laut yang akan menghubungkan pantai barat Amerika Serikat dengan Singapura dan Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan rumah bagi semakin banyak pengguna smartphone, menyusul Malaysia.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor