Ketua DPR mendukung tindakan keras polisi terhadap pemberi pinjaman online ilegal

Ketua DPR mendukung tindakan keras polisi terhadap pemberi pinjaman online ilegal

TEMPO.CODan Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Nyonya Mahrani Dia menyatakan dukungannya untuk tindakan keras Polri terhadap praktik pinjaman online ilegal, dengan mengatakan praktik semacam itu merugikan masyarakat.

“Tindakan itu tidak boleh berhenti di operator atau pekerja, tetapi juga harus sampai ke pengelola atau pemilik. Kalau hanya sampai operator, tidak akan berdampak pada pemilik, dan mereka mungkin membuka kembali pinjaman ilegal dengan mempekerjakan baru. orang,” katanya dalam sebuah pernyataan yang ditulis pada hari Sabtu.

Menurut Mahrani, polisi harus menangkap pemilik atau investor dari perusahaan pinjaman online ilegal, meskipun orang yang terkait dengan mereka adalah orang asing.

Ia berharap pihak kepolisian dan instansi terkait terus mengintensifkan pemberantasan pinjaman liar yang merugikan masyarakat.

“Saya mengapresiasi langkah Kapolri dan jajarannya dalam menindak pinjaman online ilegal yang meresahkan masyarakat. Kami harus terus menindak pinjaman online ilegal agar masyarakat yang terintimidasi dan data pribadinya disalahgunakan tidak dilaporkan.”

Berita terkait: Perusahaan pinjaman online ilegal Yogyakarta digerebek, 83 karyawan ditahan

Ketua DPR juga mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang meminta Menteri Komunikasi dan Informatika dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menangguhkan sementara izin peminjaman online baru untuk mengurangi penyalahgunaan layanan digital.

Ia meminta pemerintah untuk menyelesaikan RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) untuk mencegah penyalahgunaan data pribadi warga negara dan menjatuhkan hukuman yang lebih keras kepada pelakunya.

Ia menjelaskan, selama ini pemberi pinjaman ilegal hanya dijerat dengan Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), UU ITE, dan UU Perlindungan Konsumen.

“Dengan masuknya RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) nanti, pemberi pinjaman online ilegal yang menyalahgunakan data pribadi warga akan dihukum berat, sehingga hukumannya akan berlipat ganda,” katanya.

READ  Google Maps membantu pengguna menghindari keramaian

Selain itu, ia mendesak pemerintah untuk terus mengintensifkan literasi digital dan literasi keuangan kepada masyarakat untuk mencegah warga menjadi korban Pemberi pinjaman ilegal online.

sedang membaca: Polisi menggerebek markas peminjaman online ilegal di Jakarta Barat; Puluhan ditangkap

diantara

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor