Ketua KPK Kesal Ditanya Soal Buronan Harun Masiku

Ketua KPK Kesal Ditanya Soal Buronan Harun Masiku

TEMPO.CO, Jakarta Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, Rabu, rupanya direpotkan dengan pertanyaan yang diajukan terkait keberadaan Harun Masiku. Mantan caleg PDIP itu menjadi buron KPK sejak 2020 karena diduga menerima suap terhadap anggota Panitia Pemilihan Umum.

“Kenapa pertanyaannya hanya terkait Harun Masiku? Ada yang suruh nanya gitu?” kata Firli yang terlihat gusar usai rapat dengan anggota DPR pada 8 Juni lalu. “Seolah-olah tidak ada pertanyaan lain meskipun KPK menangani banyak hal dan tidak hanya [the search for Masiku],” dia pergi.

Bahuri menegaskan bahwa KPK tidak hanya berkomitmen untuk mengejar Masiku, dengan mengatakan ada 5 orang lain dalam daftar lembaga tersebut, yang diakuinya juga belum ditangkap. “Mereka masih ada di daftar pencarian kami.”

Pada 18 Mei, Bahuri menegaskan motivasi KPK untuk melanjutkan pencarian buronan dan meyakinkan orang-orang bahwa mereka tertarik untuk menangkap Harun Masiku.

“Saya yakin sampai hari ini dia tidak bisa tidur nyenyak karena KPK akan selalu mencarinya. Tinggal menunggu waktu saja dia akan ditangkap,” kata Bahuri pada 18 Mei.

Harun Masiku hingga saat ini terus mencuri perhatian publik setelah diduga terlibat suap untuk mempengaruhi anggota DPR terpilih periode 2019-2024. Mantan caleg PDIP itu resmi hilang dan menjadi buronan sejak Januari 2020. Interpol juga sudah memasukkan namanya dalam daftar pencarian.

DEWI NURITA

Klik di sini untuk mendapatkan update berita terbaru dari Tempo di Google News

READ  Bestes Cbd-Öl Getestet und qualifiziert

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor