Ketua KPPS 75 Tegal Gundil Meninggal

mediabogor.com, Bogor – Berita duka kembali menimpa anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2019. Kali ini, ketua KPPS 75 Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Anwar Sofyan Harahap (62), meninggal dunia yang diduga karena kelelahan dan sakit saat menjalankan tugasnya sebagai ketua KPPS pada Pemilu 2019.

Menurut Parlindungan Harahap, Anwar sempat mengeluh masuk angin dan capek karena kerja sampai pagi di TPS. Ia menuturkan, tadi malam Anwar sempat dibawa ke dokter 24 jam untuk mengobati rasa sakitnya tersebut. Tidak dirawat inap. Langsung pulang setelah di periksa. Lalu paginya, katanya kambuh lagi sakitnya itu, dan tidak lama kemudian meninggal dunia.

“Almarhum meninggal sekitar pukul 07.00 WIB di kediamannya di Perumahan Gandaria RT 3 RW 13, Jalan Balimbing V, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara,” kata Parlindungan saat ditemui usai pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dreded, Jl Pahlawan, Bogor Selatan, Selasa (23/04/2019).

Ia mengungkapkan, sang adik bukan pertama kali ini saja menjadi petugas KPPS. Namun, tugas pada pemilu kali ini, menurutnya lebih banyak dari pemilu sebelumnya sehingga sampai mengganggu kesehatannya.

“Sudah sering, udah lama jadi petugas KPPS disini. Cuma ya, seperti kita lihat sekarang tugasnya terlalu banyak sehingga kerjanya sampai pagi,” ungkapnya.

Saat almarhum dikuburkan, turut hadir menyaksikan pemakaman, Wali Kota Bogor, Bima Arya, didampingi Kadikes, para camat dan lurah yang sebelumnya menjenguk sejumlah anggota KPPS yang masih dirawat di rumah sakit.

Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi, Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin menyampaikan, dari informasi yang diterima hingga Selasa (23/4/2019) pagi, ada dua orang meninggal dunia dan tujuh orang lainnya sakit.

Dua petugas pemilu yang meninggal dunia yaitu Rasty Miranda (24) petugas KPPS TPS 31 RT.04 RW.02 Kutajaya, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan dan Anwar Sofyan Harahap, ketua KPPS di TPS 75 Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara.

Sedangkan yang mengalami sakit sedang dalam proses perawatan di RS Salak, RS Islam Bogor, RSUD Ciawi, RS UMMI, RS Melania, dan RS PMI. Namun, beberapa diantaranya sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

Samsudin mengatakan, dari pihak KPU Kota Bogor telah mengunjungi rumah duka dan RS tempat mereka dirawat.

“Kita terus memonitor petugas di lapangan dan kami diminta oleh KPU provinsi dan KPU RI untuk mendata apabila ada petugas yang mengalami musibah sakit atau meninggal dunia. Kami dari KPU Kota Bogor baru memberi bantuan sesuai kemampuan kami. Sedangkan untuk santunan dan bantuan lain, kami sedang menunggu info dan arahan dari KPU RI,” ujarnya. (*/dy)