KM Unpak Serukan Aksi Hentikan Pencemaran Lingkungan Dan Kerusakan Alam

mediabogor.com, Bogor – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Universitas Pakuan (KM-Unpak) melakukan aksi di tugu Kujang, Kota Bogor, pada Kamis (12/9/19) kemarin. Dalam aksinya, para mahasiswa mendesak pemerintah bertindak tegas terhadap para pelaku pembakaran hutan di Indonesia dan meminta Pertamina bertanggungjawab atas tumpahan minyak yang telah mencemari laut.

Pada aksi ini, para mahasiswa juga melakukan longmarch dengan menyusuri jalan tol. Aksi tersebut sempat membuat kendaraan yang melintas menjadi tersendat karena massa melakukan aksi di tengah jalan keluar tol Jagorawi sambil berorasi dan membentangkan spanduk. Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena pihak kepolisian yang mengawal jalannya aksi menggiring mahasiswa ke sisi jalan. Dari jalan tol longmarch diteruskan ke jalan Binamarga. Aksi ini, berjalan kondusif dan aman.

Ada lima pernyataan sikap yang disuarakan KM-UNPAK pada aksi ini yaitu:

1. Kami mendesak Pemerintah Indonesia bertindak tegas dalam menangani kebocoran pipa Pertamina di Karawang.

2. Kami mendesak Pemerintah Indonesia bertindak tegas kepada Pertamina untuk
bertanggungjawab atas tumpahan minyak yang telah mencemari lautan dan meminta pihak Pertamina untuk mengembalikan kondisi lautan seperti semula.

3. Kami mendesak Pemerintah Indonesia untuk tidak mempermudah kran investasi pihak korporasi dalam bentuk apapun untuk membuka lahan baru.

4. Kami mendesak Pemerintah Indonesia bertindak tegas para pihak pelaku dan “otak dibalik” pembakaran hutan yang berada di dalam wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5. Kami mendesak Pemerintah Indonesia meminta para pihak untuk bertanggungjawab atas kebakaran yang terjadi dan menberikan kompensasi kepada rakyat yang terkena dampak kabut asap serta mengembalikan seperti semula ekosistem yang ada di dalam hutan sebelum terjadinya kebakaran hutan.

Koordinator aksi, Raksa menyampaikan, banyaknya kejadian demi kejadian yang terjadi seharusnya membuat manusia semakin sadar akan pentingnya lingkungan demi keberlangsungan hidup manusia di mana pun berada. Hal itulah yang melatarbelakangi seruan aksi hentikan kebakaran hutan, pencemaran lingkungan, dan kerusakan alam.

Ia menuturkan, berdasarkan data yang didapat, sejak tahun 1997 sampai dengan 2019, kebakaran hutan sudah seperti hal yang lumrah terjadi. Padahal dampaknya jutaan orang harus terpapar ISPA. Selain permasalahan kebakaran hutan, polemik baru yang sangat menyedihkan di 2019 ialah bocornya pipa Pertamina. Di mana, tumpahnya minyak mentah menyebabkan pencemaran air laut di sepanjang pantai daerah Karawang sampai kepulauan seribu di Jakarta. Bahkan, kabar terbaru tentang dampak tumpahan minyak ini adalah jatuhnya korban akibat dari paparan cemaran minyak saat sedang membersihkan pantai dari tumpahan minyak.

“Pesan untuk setiap manusia yang mau berfikir, mulailah bangun keresahan pada diri kalian. Mulailah dari kebiasaan kalian dalam menggunakan telepon genggam. Kami rasa untuk membeberkan fakta yang ada, baiknya para pembaca membuka telepon genggam kalian dan mulai mencari setiap hal tentang pencemaran lingkungan, kebakaran hutan, krisi air (kekeringan) sampai dengan pengambil alihan lahan di Indonesia,” ungkapnya. (*/d)