Komisaris Investasi Panin Dituduh Suap Pejabat Pajak

Komisaris Investasi Panin Dituduh Suap Pejabat Pajak

Jakarta. Veronika Lindawati, komisaris Panin Investment, diadili pada hari Rabu atas tuduhan membayar 500.000 dolar Singapura ($356.000) untuk mendapatkan potongan pajak yang besar untuk perusahaan sejenis Bank Panin.

Persidangannya merupakan bagian dari penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang berlangsung atas skandal korupsi besar-besaran yang melibatkan pejabat tinggi di Direktorat Penagihan Pajak Kementerian Keuangan dan eksekutif dari perusahaan besar.

Jaksa mengatakan Veronika telah berjanji untuk membayar tim penagihan pajak yang dipimpin oleh Angin Prayitno Aji, kemudian menjadi direktur penyidikan dan penagihan pajak, total Rp 25 miliar ($ 1,6 juta) selama penyelidikan oleh direktorat pada 2017 dan 2018 dalam usahanya untuk mendapatkan diskon.

“Terdakwa, Veronika Lindawati selaku komisaris Panin Investment yang ditunjuk mewakili wajib pajak Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, menyerahkan 500.000 dolar Singapura dari uang yang dijanjikan sebesar Rp 25 miliar kepada Angin Prayitno Aji,” kata jaksa Yoga Pratomo kepada KPK. Pengadilan.

Pada bulan Desember 2017, petugas pajak yang dipimpin oleh Angin menemukan bahwa Bank Panin berutang kepada negara sebesar Rp 926 miliar dalam bentuk pajak yang dibayarkan untuk tahun fiskal 2016.

Pada Juni 2018, Veronika bertemu dengan pejabat pajak untuk menegosiasikan jumlah tersebut, mengatakan kepada mereka bahwa dia akan membayar Rp 25 miliar jika mereka setuju untuk memangkas pajak Bank Panin menjadi Rp 300 miliar, menurut surat dakwaan.

Tim penyidik ​​pajak ke Bank Panin kemudian merevisi total pembayaran pajak menjadi Rp 303 miliar yang disepakati kedua belah pihak pada Agustus tahun itu.

Pada bulan Oktober, Veronika menyerahkan kepada tim pajak 500.000 dolar Singapura yang tidak diajukan oleh Angin, pengadilan mendengar.

READ  Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Tunai BBM, Perbaharui Data Penerima

Angin tidak hanya mengatur tindakan penipuan untuk memeras pembayar pajak yang ditargetkan, tetapi dia juga memutuskan pembagian 50:50 dari uang haram untuk anggota tim dan atasan mereka, kata jaksa.

Angin sudah divonis oleh pengadilan yang sama dan divonis sembilan tahun penjara karena menerima suap dari Bank Panin dan dua perusahaan lainnya yakni Jhonlin Baratama dan Perkebunan Gunung Madu. Ia juga diperintahkan untuk mengembalikan Rp 14,5 miliar ke kas negara.

Pengawas pajak Wawan Ridwan, anggota tim pajak tercela, juga mendapat hukuman serupa.

Terdakwa lain dalam kasus yang sama diadili secara terpisah.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor