Komunitas Igers Bogor Memaksimalkan Talenta Dalam Berkarya

mediabogor.com, Bogor – Berawal dari penyuka fotografi dan pengguna Instagram, lahir komunitas instagramers Bogor atau disingkat Igers Bogor. Komunitas ini dibentuk sejak tanggal 27 September 2014 yang diperuntukkan untuk para pecinta Instagram yang sering mengabadikan momen tertentu.

“Komunitas ini hadir sebagai wadah pengguna Instagram di Bogor yang menyukai dunia fotografi maupun pengguna Instagram,” ungkap ketua IgersBogor, Jordy Christian Kurnianto Tanuwijaya saat ditemui di acara IgersTalk bersama content creator Martin Praja dan Videografer Gafirat Theo di Cohere Coffe, Baranangsiang, Bogor Timur, belum lama ini.

Hingga saat ini, kata Jordy, Igers Bogor keanggotaannya sudah mencapai 350 orang. Baik dari anak SMP sampai yang sudah bekerja. Kegiatan Igers Bogor sendiri meliputi Photowalk, yaitu sesi pergi bareng komunitas Igers Bogor untuk mengunjungi suatu tempat yang dapat dijadikan objek foto, baik di dalam kota maupun luar kota dengan tujuan untuk mengeksplor keunikan suatu daerah tersebut. Tak hanya disitu saja, Igers Bogor juga memiliki agenda World Wide Instameet yang sering diadakan setiap tahunnya. Pada kegiatan tersebut, seluruh pengguna Instagram sedunia saling bertemu untuk saling berkenalan dan photo hunting bersama.

“IgersBogor sangat welcome bagi para Instagramers di Bogor untuk ikut bergabung, cukup dengan mengklik tautan di bio profil @igersbogor dan mengisi form kamu sudah menjadi bagian dari mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak orang Bogor yang memiliki talenta. Karena itu, ia mengharapkan khususnya orang Bogor yang memiliki talenta dapat memaksimalkan talentanya dalam berkarya sehingga bisa membawa nama Bogor agar lebih dikenal dan diminati di dunia profesional. Tentunya dengan wadah sosial media yang dapat dikembangkan.

“Belum banyak talenta dari Bogor yang terlihat. Kita (IgersBogor) berusaha menjadi bagian dari talenta yang dikenal dan diminati bahwa ada lho komunitas kreatif dari Bogor,” kata Jordy.

Sementara, dalam sharingnya, Martin dan Gafi berpesan untuk lebh mengikuti konten yang positif dan kreatif di media sosial. Mengingat belakangan ini, di media sosial kerap ditemui hal yang negatif seperti ujaran kebencian, dan caci maki. Ia berpendapat bahwa konten yang informatif justru lebih baik untuk diikuti di sosial media dari pada hal negatif.

“Memang dengan berkembangnya teknologi dan cepatnya informasi, tak jarang masih ada pengguna yang kurang bijak dalam bersosial media. Hal ini, tentunya harus dihindari mengingat dapat berpengaruh dalam bersosial,” ungkapnya. (*/di)