KPK sita uang tunai Rp3 miliar dalam aksi unjuk rasa antikorupsi di kediaman Wali Kota Bekasi

KPK sita uang tunai Rp3 miliar dalam aksi unjuk rasa antikorupsi di kediaman Wali Kota Bekasi

Jakarta. Penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai Rp3 miliar (US$208.000) saat menggerebek rumah dinas Wali Kota Bekasi Rehmat Effendi, yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi pada Kamis.

Setidaknya 14 orang telah ditangkap sejak penggerebekan hari Rabu dan sembilan dari mereka secara resmi dinyatakan sebagai tersangka.

“KPK mengambil uang tunai Rp3 miliar dan buku besar bank dengan saldo Rp2,7 miliar,” kata Ketua KPK Ferli Bahuri saat konferensi pers di kantornya di Jakarta.

Selama konferensi, setumpuk uang kertas yang disita disajikan bersama sembilan tersangka, mengenakan jaket oranye.

Fairley mengatakan walikota dituduh “menerima suap sebagai pegawai negeri” sehubungan dengan pembelian barang dan jasa oleh pemerintah kota.

Fairley mengatakan skema korupsi utama berfokus pada kesepakatan pembelian tanah kota yang telah dianggarkan oleh pemerintah kota sebesar 286,5 miliar rupee.

Walikota memilih lokasi properti sendiri dan berpartisipasi dalam kesepakatan pembelian dengan perusahaan swasta yang memiliki tanah tersebut di Bekasi, pinggiran kota Jakarta. Fairley mengatakan tentang walikota bahwa dia diduga menerima suap lebih dari 7 miliar rupee.

Ketua KPK menambahkan, dalam satu kasus, Rahmat meminta pengusaha menyumbang Rp 100 juta untuk masjid yang dikelola yayasan keluarganya.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi, tengah, tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada 5 Januari 2022 untuk dimintai keterangan. Ia ditangkap di kediaman resminya karena diduga menerima suap. (Foto oleh Beritasatu / Joaito de saojoao)

Walikota juga dituduh menerima pembayaran dari pejabat kota untuk promosi mereka, kata Fairley, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Rahmat bisa menghadapi hukuman seumur hidup jika terbukti bersalah di bawah undang-undang antikorupsi yang ketat.

Penyidik ​​KPK Firlisaid menggerebek rumah walikota pada Rabu untuk menindaklanjuti informasi dugaan suap.

Mereka menangkap sedikitnya lima orang di tempat kejadian dan menyita uang kertas sebagai barang bukti.

Delapan tersangka lainnya antara lain tiga pengusaha bernama Ali Amrill, Lai Boy Min alias Panin dan Ritri Suryadi, serta lima pejabat pemerintah daerah bernama Makhfud Seifuddin, M. Benjamin, Molyadi, Wahy El-Din, dan Jumana Lutfi.

READ  Infrastruktur Membantu Membangun Peradaban: Presiden Indonesia
Sembilan tersangka korupsi, termasuk Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dihadirkan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, 6 Januari 2022 (Foto Beritasatu)
Sembilan tersangka korupsi, termasuk Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dihadirkan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, 6 Januari 2022 (Foto Beritasatu)

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor