mediabogor.com, Bogor – Pembangunan gedung Transmart di Jalan K.H Abdullah Bin Nuh, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, benar – benar menyita perhatian publik. Pasalnya, dengan adanya pembangunan tersebut menambah catatan hitam bagi pembangunan di Kota Bogor khususnya.

Hal itu juga yang disampaikan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bogor. Lathif Fardiansyah, Koordinator lapangan KAMMI Bogor, menyampaikan, aksinya ini merupakan desakan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, untuk segera membongkar gedung megah tersebut.

“Ini fatal sekali, dan bukan saatnya pemerintah memberikan surat peringatan (SP) lagi. Pemerintah itu seperti “germo”, memperkosa dulu baru dikawinin, itulah gambaran pembangunan di Kota Bogor, bangun dulu baru izin, “sampainya ditengah – tengah orasi yang dilakukan di Depan Balaikota Bogor, Selasa (17/10/17).

Foto:Rangga

Pihaknya akan terus mengawal pembangunan yang diketahui dibangun sejak bulan Maret 2017 ini, papar Lathif, jika Pemkot Bogor masih berdiam diri saja, dirinya dan puluhan mahasiswa lainnya akan mengelar aksi serupa dengan jumlah massa yang semakin besar.

“Pemkot Bogor harus berani menggusur pengusaha nakal, jangan tebang pilih, PKL yang kecil dihabisinya, sedang yang besar tidak berani,” pungkasnya.

Aksi yang digelar sekira pukul 14.00 Wib ini, berakhir sekitar pukul 15.30 Wib, dengan ditutup aksi longmarch menuju Kejaksaan Negeri Kota Bogor. (RF)