Kronologi agen BCA yang mengklaim simpanannya hangus setelah 32 tahun

Jakarta, KOMPAS.com – warga negara Surabaya Seorang Jawa Timur bernama Anna Suriani mengajukan gugatan terhadap Tbk atau Central Asian Bank BCA Karena uang disimpan Area penyimpanan Bank itu disita. Menurut penggugat, total simpanan yang hilang berjumlah lebih dari satu miliar rupee.

Mengutip sistem informasi pelacakan status Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (26/10/2020), gugatan diajukan pada 3 April 2020.

Terdakwa pertama adalah Bank BCA. Terdakwa juga merupakan kantor Otoritas Jasa Keuangan Daerah (OJK) di Gedung BI lantai empat dan Kantor Wilayah BI II Jawa Timur.

Kronologi kasus ini bermula ketika Anna Sorianti membuka sembilan deposito pada tahun 1988 untuk dirinya dan anak-anaknya sebagai alokasi untuk masa depan.

Baca juga: BCA Head: Tidak ada istilah untuk simpanan yang dibakar

Namun, saat hendak mencairkan setoran tersebut, Anna mengaku setoran tersebut tidak bisa ditarik karena dianggap sudah kadaluwarsa.

Karena tidak pernah menarik tabungannya, dia mengajukan gugatan ke bank BCA. Pengadilan itu sendiri berlanjut. Sidang akan kembali digelar pada 4 November 2020 dengan jadwal pembacaan saksi penggugat.

Dalam gugatannya, Anna Suriani dan anak-anaknya mengatakan bank BCA telah gagal bayar.

Gugatan perdata diajukan ke Pengadilan Negeri Surabaya dengan nomor 353 / Pdt.G / 2020 / PN.SBY oleh Anna Sorianti, Tan Hermann Sutanto, Tan Johan Sutanto dan Voni Susante.

Baca juga: Aset BCA transparan 1.000 triliun Rp

Masih dikutip SIPP PN Surabaya, 32 tahun lalu Anna Surabaya membuka 3 rekening atas namanya, masing-masing 3 juta rupee, 4 juta rupee dan 5 juta rupiah. Tanggal pembukaan rekening deposito antara 1988-1990.

Sementara itu, ketiga anaknya, Tan Hermawan Sutanto, Tan Johan Sutanto, dan Foni Susante diberi dua deposito bank BCA sebesar Rp 4 juta dan Rp 5 juta atas nama sendiri. Sehingga total 9 deposit dibuka oleh penggugat.

READ  Nasabah ini marah, uang yang dia simpan di bank selama 32 tahun, tidak ada yang tersisa

Dalam gugatannya, Anna Suriani dan ketiga anaknya menggugat Bank BCA untuk menarik simpanan sebesar 1,76 miliar rupiah.

Selain itu, jaksa juga bertanya Pengadilan Menghukum terdakwa yang telah membayar kerugian materi sebesar 6,48 crore dan bersama-sama membayar kerugian tidak berwujud bersama-sama dengan terdakwa lainnya sebesar Rp 500 juta.

Baca juga: Biaya cadangan meningkat, keuntungan BCA turun 4,2 persen

BCA mencegat

Sementara itu, Bank BCA memastikan tidak benar bahwa simpanan nasabah di BCA telah hangus. Klaim penyitaan bilyet giro tidak berdasar.

“Kami ingin memperjelas bahwa simpanan yang telah dicairkan oleh nasabah tanpa membawa slip setoran tidak dapat diganti bahkan jika nasabah mengembalikan slip setoran lama yang telah dikembalikan,” kata Executive Vice President BCA Trust and Corporate Communications Hira F Haren dalam keterangannya.

Bukti pencairan juga dipresentasikan ke agenda pembuktian pada proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Surabaya yang saat ini sedang berlangsung.

“Bisa dikatakan dalam menjalankan operasional perbankan, bank sentral AS selalu mengikuti prosedur yang ditetapkan otoritas terkait sesuai dengan regulasi perbankan yang berlaku di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Penjelasan bahwa nasabah menggugat BCA karena setoran Rs.5.4 crore tidak cair

Apalagi, masyarakat mengimbau untuk menghormati prosedur pengadilan.

“Kami mendesak semua pihak untuk menghormati proses peradilan yang sedang berlangsung,” kata Hera.

Presiden PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja pun buka suara terkait gugatan yang diajukan pihak yang menyebutkan bahwa simpanannya telah disita di BCA ( Setoran BCA disita).

“Saya hanya diberi penjelasan singkat bahwa tidak ada setoran yang disita. Tidak ada persyaratan setoran bank,” kata Jahja.

Baca juga: Gugatan telah diajukan atas penyitaan simpanan nasabah, demikian penjelasan BCA

READ  Dapatkan konsumen untuk menunda pembelian, pajak mobil baru menunggu nol persen di seluruh halaman

Jahja mengatakan bank akan selalu memenuhi hak nasabah, termasuk hak nasabah untuk menerima penarikan simpanan. Hak ini akan terus diberikan meskipun slip setoran hilang, dilepas, rusak atau terbakar.

“Akan tetap dibayarkan saat jatuh tempo atau jika diminta bukti yang ada, dan akan dicairkan. Sebagai bukti, akan dicairkan ke rekeningnya. Dia (klien) menerimanya, dan tidak bisa dipungkiri bahwa uang itu milik pemilik simpanan,” ujarnya.

Tentu saja, kata Jahja, begitu setoran sudah dicairkan, nasabah tidak diperkenankan menuntut agar setoran tidak dicairkan jika ditemukan slip setoran suatu saat nanti.

“Itu nanti yang ditemukan yang bersangkutan (surat keterangan setoran yang hilang) ya, Maaf Saya tidak bisa “.

Baca juga: Cuti bersama, seluruh kantor cabang BCA tidak beroperasi

(Sumber: KOMPAS.com/Fika Nurul Ulya | Editor: Pisau Vagina Zia Sitiawan)

Written By
More from Hamal Hamid

Mahalnya Remdesivir Impor Kalbe Farma, dijual seharga Rs 3 juta / unit

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mematok harga jual...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *