Mediabogor.com, Bogor – Berawal dari hobi mencicipi makanan dan membuat masakan yang unik, pria kelahiran Bogor 17 Oktober 1993 ini, membuat usaha kuliner yang terbilang cukup unik. Sebelumnya, Iis Ismail Khanafi ingin sekali membuka usaha kuliner (cafe/resto), namun dikarenakan membuka usaha kuliner membutuhkan modal yang cukup besar, dirinya mencoba memutar otak untuk tetap menjalankan usaha di bidang kuliner.

“Awalnya bingung mau buka usaha apa tetapi dibidang kuliner, akhirnya ketemulah ide untuk memasarkan produk makanan saudara dan teman sekitar melalui sosial media, dengan harapan mendapatkan keuntungan dan dikumpulkan sebagai modal membuka usaha kuliner sendiri,” ucap Mail sapaan akrabnya pada mediabogor.com.

Berjalannya waktu, lanjut Mail, ia mengaku mendapatkan banyak ide dan masukan untuk usaha ini, dengan demikian Mail merubah konsepnya untuk membuka kepada siapapun yang ingin dipromosikan usaha makanannya melalui dirinya.

Bermodal kurang lebih Rp 500 ribu untuk membeli domain dan sewa server, Mail membuat website dengan model marketplace (ecommerce) dalam bidang kuliner pada websitenya.

“kulzein.com, adalah nama yang saya pilih untuk melambangkan usaha ini, nama yang diberikan teman sekaligus sahabat baik saya, bermula hanya sepenggal ide yang terlintas dipikirannya saat itu. Kulzein (makanan sehat) dalam artian bahasa arab, semoga menjadi doa untuk para pengguna dan yang berjualan di kulzein menjadikan makanan yang sehat dan baik untuk di konsumsi. Bermula dua orang, saya dan sahabat saya tersebut mendirikan usaha ini, tidak sampai satu bulan, sahabat saya harus mundur dari kulzein, karena harus melanjutkan pendidikannya di negara Philipine. Semenjak saat itu saya mencari teman yang bisa diajak untuk membangun kulzein, dan bertemulah dua orang teman rekan kerja saya yang dulu di Pemda Cibinong,” paparnya.

Pada November 2016, dirinya dan kedua kawannya itu, mulai mematangkan konsep kulzein, mulai dari validasi market, konsep website serta membuat beberapa pengajuan proposal untuk digunakan mengajak pedagang agar memasarlkan produknya di webiste kulzein nanti. Dan akhirnya pada bulan Oktober 2016 webiste kulzein.com launching dan dapat digunakan.

“Pada saat itu market kami difokuskan di area perkantoran Pemda Cibinong, karena kami pun masih berkantor di daerah sana (dekat rumah teman), berjalannya waktu dan promosi yang kami lakukan, pesanan datang begitu lumayan dari beberapa perkantoran disana, terutama untuk pesanan snack box untuk rapat/seminar kantor . Ini menunjukan produk service kami diterima oleh masyarakat, pada saat itu konsep yang kami pakai masih seperti ecommerce pada umumnya, dimana orang yang ingin pesan membuka website dan memilih makanan yang ingin dipesan, setelah itu kami menyampaikan pesanan kepada penjual dan kami menjemput pesanan tersebut ke penjual untuk disampaikan kepada pembeli. Konsep ini berjalan beberapa bulan dari launching website kulzein, berjalannya waktu dan pengalaman kami mencoba dan evaluasi kesalahan – keselahan yang terjadi dan membuat sistem pemesanan menjadi lebih efektif,” kata pria anak ke tiga tersebut.

Ketika disinggung mengenai perbedaan catering kulzein dengan yang lainnya, Mail menuturkan bahwa, Kulzein memberikan pelayanan dan konsep yang berbeda, dimana setiap pengguna dapat memilih menu yang diinginkan dari beragam tenant atau dapur yang sudah bekerjasama, serta dapat mengatur jadwal pengantaran sesuai dengan kebutuhan.

“Jadi Kulzein ini ingin mengangkat UKM lokal agar dapat bersaing di ranah digital, dengan konsep ini diharapkan banyak pelaku ukm kuliner terbantu, terbantu secara promosi usahanya maupun benefit yang didapat dengan adanya kulzein, serta ingin mengajak banyak pemuda untuk memulai usaha dan mandiri bekerja secara kreatif,” pungkasnya.

Informasi yang didapat, Kini Kulzein sudah memiliki kurang lebih 50 tenant atau merchant yang menjadi kitchen partner dengan puluhan cabangnya dan sekitar 170 produk makanan yang terdaftar.

 

 

Rangga