Luhut Binsar Pandjaitan, Orang Paling Ngotot Kembangkan Mobil Listrik: Nggak Mau Jadi Pasar Impor! – Semua Halaman

Sosok.ID – Menteri Kelautan dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sebagai salah satu yang paling mendesak Indonesia untuk berkembang kendaraan listrik sendirian.

Menurut Luhut, inilah momentum terbaik untuk berkembang kendaraan listrik Nasional.

Meski begitu, untuk mewujudkannya, Indonesia mungkin tetap harus bermitra dengan negara lain yang lebih maju di industri non-BBM.

Meluncurkan Antara melalui Kompas.comLuhut berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan impor.

Baca juga: Luhut Kaget Bank Dunia Umumkan Penguatan Ekonomi Indonesia, Sri Mulyani Sebut Butuh 23 Tahun

“Untuk mengembangkan kendaraan listrik nasional saya termasuk yang paling ngotot.”

Karena kami tidak ingin terus menjadi pasar kendaraan impor, kata Luhut, Minggu (6/9/2020), dikutip dari Antara melalui Kompas.com.

Menteri yang diprediksi tidak akan di-reshuffle oleh Presiden Jokowi ini mengatakan pemerintah sudah memiliki payung hukum untuk mengembangkan kendaraan listrik.

Seperti Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Program Percepatan Program Kendaraan Listrik Aki Untuk Angkutan Jalan.

Baca juga: Kabar baik! Luhut Binsar Sampaikan Berita Positif untuk Masyarakat di Tengah Pandemi Corona

Indonesia bisa dibantu oleh negara lain seperti China yang sudah memiliki teknologi industri yang sangat maju.

China bahkan hampir mendominasi kendaraan listrik di dunia.

Luhut mengatakan, sebenarnya Indonesia tidak perlu naif belajar dari China.

Sebab dari segi teknologi kendaraan listrik, China memiliki pengalaman yang sangat panjang.

Baca juga: Ekonomi Masih Stabil, Luhut Tak Bosan Ingatkan Indonesia Jaga Hubungan Baik Dengan China: China Adalah Negara Soft Power Yang Berdampak!

Namun, Luhut mengimbau ke depan harus ada transfer teknologi yang bisa dikembangkan oleh tenaga ahli Indonesia.

Untuk itu Indonesia telah mengirimkan banyak tenaga ahli dari berbagai universitas terkemuka ke China untuk mempelajari kendaraan listrik.

READ  Honda PCX Hybrid Diskon Puluhan Juta Hingga Akhir Tahun

“Kami belajar tentang kesuksesan mereka serta kesalahan yang mereka alami,” kata Luhut.

Sementara itu, Satryo Soemantri, Staf Ahli Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, mengatakan Indonesia siap menghadapi hal tersebut.

Baca juga: Koar-Koar Minta Kabinet Menteri Perekonomian Era Jokowi Mundur Jika Luhut Menang Perdebatan Utang Negara, Rizal Ramli Malah Ngacir Dulu Ditawari Kondisi Setara

Satryo mengatakan, negara siap menjadi produsen kendaraan listrik.

Apalagi Indonesia memiliki bahan baku berupa nikel dan kobalt yang sangat besar, sehingga mampu membantu proses pembangunan.

Nikel dan kobalt dapat diubah menjadi industri baterai litium sebagai komponen utama kendaraan listrik.

“Tentu kita tidak ingin terus menjadi importir kendaraan, tapi kita harus bisa memproduksi kendaraan listrik. Dari segi teknologi, Indonesia sebenarnya bisa menguasainya,” kata Satryo.

Baca juga: Luhut Kesal Investasi Cina di Indonesia Banjir Tanda, Semprot Anak Muda: Suka atau Tidak Cina Ini Kekuatan Dunia!

Dengan menggandeng prinsipal luar negeri, Satryo mendorong sektor swasta yang selama ini mengimpor kendaraan listrik untuk membangun pabrik sendiri di Indonesia.

Menurut dia, Indonesia bisa mengembangkan kendaraan berbasis baterai untuk tahap pertama.

Juga berkembang baterai lithium sebagai komponen penggerak utama.

“Harus paralel. Pengembangan kendaraan dan aki, jalan umum,” ujarnya.


Written By
More from Masud Madani

Bertahun-tahun menjadi ilmuwan pekerjaan rumah, inilah penelitian terbaru tentang cahaya aneh di tengah galaksi Bima Sakti

Ilustrasi galaksi. (pexels / pixabay) Hitekno.com – Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *