Mahkamah Agung Kembalikan Hukuman Lima Tahun untuk Mantan Menteri Edhy Prabowo

Mahkamah Agung Kembalikan Hukuman Lima Tahun untuk Mantan Menteri Edhy Prabowo

Jakarta. Panel yang terdiri dari tiga hakim agung telah mengembalikan hukuman lima tahun penjara kepada mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, kata Juru Bicara Mahkamah Agung, Rabu.

Edhy divonis bersalah karena korupsi oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Juli tahun lalu dan beberapa bulan kemudian, sebagai tanggapan atas bandingnya, Pengadilan Tinggi Jakarta menambahkan hukuman penjara empat tahun lagi menjadi sembilan tahun, yang mendorongnya untuk mengajukan tuntutan final. kasasi ke Mahkamah Agung.

Panel memutuskan pada hari Senin bahwa putusan dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta harus dipulihkan, Andi Samsan Nganro mengatakan kepada wartawan di Jakarta.

Edhy dinyatakan bersalah menerima suap Rp 25 miliar dari pengusaha sebagai imbalan atas keputusannya mencabut larangan penjualan ekspor jentik lobster dan menunjuk perusahaan sebagai satu-satunya penyedia pengiriman ekspor tersebut.

Namun ketiga hakim tersebut berpendapat bahwa Edhy telah “melakukan pekerjaan dengan baik” selama masa jabatannya dan bahwa keputusannya untuk mencabut larangan ekspor larva lobster yang diberlakukan oleh pendahulunya Susi Pudjiastuti dimaksudkan “untuk kemakmuran nelayan”, kata Andi.

Panel Mahkamah Agung, bagaimanapun, tidak membatalkan keyakinan korupsi. Putusan itu memerintahkan Edhy untuk membayar denda Rp 400 juta dan membatasi hak konstitusionalnya untuk mengikuti pemilu selama dua tahun – kurang satu tahun dari putusan aslinya.

Panel tersebut terdiri dari Hakim Sofyan Sitompul yang memimpin perkara, Hakim Gazalba Saleh, dan Hakim Sinintha Yuliansih Sibarani.

Edhy yang saat itu juga menjabat sebagai pengurus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ditangkap setibanya dari perjalanan Hawaii pada November 2020, hanya 13 bulan setelah ia diangkat sebagai menteri oleh Presiden Joko Widodo.

Selama perjalanan ke Hawaii, Edhy dan istrinya menghabiskan sekitar Rp 750 juta untuk jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, dan pakaian Old Navy, menurut komisi.

READ  Demonstrasi mahasiswa, sejarah dan ekonomi kematian - Rab, 13 April 2022

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor