Majelis Ulama mengakui membatalkan tenggelamnya Jakarta dan menyerukan tindakan

Majelis Ulama mengakui membatalkan tenggelamnya Jakarta dan menyerukan tindakan

TEMPO.CODan JakartaMajelis Ulama Indonesia pada Senin menanggapi pernyataan Presiden AS Joe Biden Siapa yang menyinggung jatuh? Jakarta tenggelam Dan pemindahan ibu kota, tidak perlu bereaksi berlebihan.

MUI mengimbau para cendekiawan Indonesia untuk tidak meremehkan proyeksi dan meningkatkan kesadaran tentang masalah ini dan tidak membiarkan masalah berlarut-larut sampai saat yang tak terhindarkan muncul.

“Pernyataan Joe Biden tidak bisa diremehkan,” kata Wakil Presiden MUI Anwar Abbas dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Senin, 2 Agustus. orang antar tersebut.

Abbas menyampaikan harapannya kepada para ahli Indonesia untuk mempelajari proyeksi malang terkait pemanasan global dan mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah bencana skala ini “yang dapat disumbangkan kepada dunia dan pemerintah tentang bagaimana mempersiapkannya.”

Dalam keterangan tertulisnya, Wakil MUI mencontohkan perkembangan pesat yang menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar sebagai kontributor utama perubahan iklim yang dirasakan oleh warga pesisir di kota dan daerah lain di Indonesia.

Abbas meminta pemerintah pusat dan pemerintah Jakarta untuk mengoordinasikan upaya mereka yang akan membantu mencegah atau memperlambatJakarta tenggelam‘ prediksi. “Sebagai bangsa kita harus siap dengan alternatif dan solusi untuk masalah ini.”

Baca juga: Jangan biarkan Jakarta tenggelam

di dalam

READ  Angka kesembuhan dari kasus COVID-19 meningkat hingga 84 persen

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor