MAKI Diduga Limbah Beracun Diselundupkan ke Kepri

MAKI Diduga Limbah Beracun Diselundupkan ke Kepri

TEMPO.CO, Jakarta – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan adanya dugaan upaya penyelundupan limbah beracun di wilayah Riau. Dalam laporan resminya yang rencananya akan dikirim organisasi tersebut ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mereka menduga ada perusahaan yang berusaha membuang 5.500 ton limbah beracun ke Kepulauan Riau.

“Kami akan berkunjung ke KLHK untuk melaporkan kejadian ini siang ini,” kata koordinator MAKI Boyamin Saiman, Jumat, 26 Agustus 2022.

Kepada Boyamin, dugaan pembuangan sampah itu terjadi sejak Maret hingga Agustus 2022 dan diyakini diangkut dengan kapal berbendera Indonesia. Kapal itu sendiri, kata Boyamin, terdaftar di sebuah perusahaan bernama PT PEL yang berkantor pusat di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Boyamin juga meyakini bahwa kapal memiliki peran penting sebagai pengumpul berbagai limbah dari kapal-kapal kecil yang berasal dari negara-negara.

“Makanya kapal tidak beranjak dari wilayah laut itu,” jelas Boyamin.

Apalagi, Boyamin menduga kapal tersebut membawa 5.500 ton limbah beracun yang disamarkan sebagai minyak bumi namun diduga bermuatan limbah B3. “Jauh di atas baku mutu yang ditetapkan regulasi yang berlaku,” kata Boyamin.

MAKI berencana akan melaporkan kasus dugaan hukum tersebut ke Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan berharap agar dilakukan penyelidikan.

M ROSSENO AJI

Klik di sini untuk mendapatkan update berita terbaru dari Tempo di Google News

READ  Menteri Luar Negeri Inggris akan mengunjungi Ukraina minggu ini

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor