Media Iran: Kapal tanker yang ditahan di Indonesia – Al-Alamiah telah dibebaskan

Media Iran: Kapal tanker yang ditahan di Indonesia – Al-Alamiah telah dibebaskan

Reuters

Teheran, Iran ●
Sabtu 29 Mei 2021

2021-05-29
16:00

c78dad32e3af0945bdb46490a80046e4
2
Ilmuwan
Iran, Indonesia, kapal tanker minyak dan gas, Venezuela, sanksi AS
Gratis

Radio pemerintah Iran melaporkan pada hari Sabtu bahwa mereka telah merilis sebuah kapal tanker berbendera Iran yang disita Indonesia pada bulan Januari, mengatakan kapal tanker tersebut telah melanjutkan misinya sebelum kembali ke rumah.

Jakarta mengatakan saat itu penjaga pantainya telah menyita Kuda MT karena dicurigai mengangkut minyak secara ilegal di perairan negara itu.

Namun, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa penyitaan itu karena “masalah teknis dan terjadi di bidang pelayaran.”

Radio pemerintah melaporkan bahwa “kapal Mt Horse milik National Iranian Tanker Company, yang telah ditahan di perairan Indonesia sejak 24 Januari, telah dilepas pada hari Jumat.” Ini selain Sima Dia berkata.

“Kapal ini sekarang telah melanjutkan misinya sebelum kembali ke perairan negara itu,” tambahnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Penjaga Pantai Indonesia mengatakan mereka sedang memverifikasi laporan Iran.

Iran, yang dikenai sanksi keras AS yang terutama menargetkan ekspor minyaknya, telah dituduh menyembunyikan tujuan penjualan minyaknya dengan mengganggu sistem pelacakan di kapal tankernya. Tahun lalu, MT Horse biasa mengirimkan 2,1 juta barel kondensat ke Venezuela yang dikenai sanksi AS.

READ  Tiongkok Meradang, AS dan Jepang Pamer Pesawat Tempur dekat LCS

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor