Mengupas Cara Mendidik Kids Zaman Now

mediabogor.com, Bogor – Hadir sebagai narasumber di acara Inspiring parenting talk show bertema “Mendidik Kids Zaman Now” yang diselenggarakan oleh sekolah Khoiru Ummah, mantan pemain sinetron “Tersanjung” Jihan Fahira mengatakan, sebagai orangtua kita menjalani kehidupan yang berbeda dengan anak zaman now. Fenomena yang dihadapi sekarang adalah perkembangan era globalisasi digital yang tidak bisa dihindari.

“Banyak curhatan terkait bagaimana menyikapi anak jaman sekarang. Ini menjadi masalah kita bersama. Menurut saya, selama kita berpegang teguh pada as sunnah, saya yakin anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik,” kata Jihan kepada audiens di gedung konservasi LIPI, Minggu (16/12/18).

Jihan menceritakan, di keluarganya, Jihan tidak memperbolehkan anak-anaknya memegang Hp sampai masuk SMP. Ia pun mengaku baru memiliki sosmed belum lama ini karena takut lebih banyak mudharotnya ketimbang manfaatnya.

“Saya bukan orang modern. Saya lebih suka pakai cara orangtua dulu. Karena itu, saya ga punya sosmed. Baru empat bulan ini, saya coba ikuti tapi untuk berdakwah bukan untuk narsis-narsisan. Di rumah pun yang saya terapkan kepada anak cara separuh lembut dan separuh keras. Kadang kita jadi guru, jadi teman, jadi orangtua. Jadi semua ada batasannya,” ungkapnya.

Jihan meneruskan, anak bagaimana orangtua mengajarinya. Karena itu, kedua orangtua harus satu pandangan dan satu niat dalam membentuk anak. “Kita berbeda dengan anak sekarang. Apa yang kita tanam saat ini akan membuahkan hasil di masa yang akan datang,” tandasnya.

Sementara, founder sekolah Khoiru Ummah, ustadzah Emmi Khairani yang hadir menjadi narasumber menyampaikan, arus zaman saat ini, menghayutkan siapa saja. Karena itu, yang harus dilakukan orangtua ialah menyamakan persepsinya dalam memahami realitas zaman now. Mendengar menjadi salah satu cara dalam menyamakan persepsi. Maka itu, sampaikanlah pengajaran kepada anak secara langsung bukan lewat sosmed ataupun gadget.

Emmi membeberkan, anak-anak sekarang dunianya bermain, kumpul dengan teman, berkomunikasi sampai merujuk segala hal. Teknologi yang berkembang dan menguasai ranah publik menjadi alat komunikasi yang digandrungi dan menjadi sumber informasi yang di anggap valid hingga belajar lewat online. Ini sangat berbahaya jika belajar tanpa guru apalagi belajar alquran.

“Saya lihat anak-anak zaman now konsentrasinya berkurang karena realitas pengaruh gadget terutama pengaruh internet. Masukan dari saya, didik anak dengan alquran, kenalkan kepada Allah SWT, dan tanamkan keimanan dalam dirinya. Tetap istiqomah dan fokus, berkomunitas dengan sesama orang beriman dan yang terpenting lakukan pengajaran kepada anak secara langsung karena andalan utama anak adalah pendengaran langsung bukan mendengar lewat audio atau media digital lainnya,” pungkasnya. (red)