Menunggu Hasil Investigasi Ambruknya Coran Tol BORR Seksi III

mediabogor.com, Bogor – Investigasi ambruknya coran Tol BORR Seksi III A yang dilakukan Tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) dikabarkan telah selesai dilakukan. Namun, PT Marga Sarana Jabar (MSJ) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola Jalan Tol BORR tersebut, mengaku belum menerima hasil investigasi tersebut.

“Rapatnya di PUPR Jakarta. Hasil investigasi katanya sudah selesai. Kami juga masih menunggu. Nanti kita kabari dan kita umumkan hasilnya,” ucap Direktur Utama PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Hendro Atmodjo.

Diketahui, pembangunan tol dari simpang Yasmin hingga simpang Semplak itu, melibatkan tiga perusahaan. Pertama, PT MSJ yang merupakan pengelola. Kedua, PT PP sebagai kontraktor. Dan ketiga, PT Indec KSO sebagai konsultan.

Sebagai pengelola, kata Hendro, PT MSJ tidak segan-segan menegur dan memberikan sanksi kepada PT PP dan PT Indec KSO jika diketahui ada kesalahan fatal dalam proses konstruksi tol sepanjang 2,85 kilometer itu. Misalnya menyalahi prosedur, mengganggu ketertiban umum dan merugikan negara dan masyarakat.

Hendro juga mengatakan, di setopnya pekerjaan tidak akan mengganggu deadline pembangunan jika hanya mundur sekitar satu atau dua minggu. Jika lebih dari itu, baru berdampak. Karena progres pembangunan tol baru di angka 35,571 persen. Sedangkan deadline kontruksi menyisakan lima bulan lagi atau selesai pada 21 Desember 2019.

Agar hal itu tak terjadi, lanjutnya, pihaknya mengebut proses evakuasi sisa-sisa konstruksi yang ambruk terutama pada pembongkaran material Pier Head yang belum dipotong dan menutupi sebagian badan jalan. Jika itu selesai dilakukan, minimal kedua jalur dapat dilintasi kembali oleh masyarakat.

Terkait adanya perusahaan maupun rumah sakit yang mengalami kerugian atas kejadian itu, Hendro meminta maaf kepada semua pihak. Jika ada tuntutan atau yang lain, dia siap untuk membicarakannya.

Sementara, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit menambahkan, ada beberapa sanksi yang akan diberikan jika terbukti ada kesalahan kerja yang dilakukan terkait kecelakaan konstruksi pada proyek Tol BORR. Sanksi akan diberikan kepada pegawai, badan usaha, hingga kontraktornya. Itupun dengan catatan terbukti adanya kesalahan kerja.

Adapun sanksi untuk pegawai bisa berupa pencabutan izin sebagai profesi insinyurnya. Untuk badan usaha bisa dicabut izin pengusahaan jalan tol nya, sedangkan untuk kontraktornya akan mendapat peringatan tegas.

“Saya berharap seluruh badan usaha jalan tol (BUJT) dan pihak terkait selalu mematuhi prosedur kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang berlaku. Ketentuan itu, telah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum,” ungkapnya.

Ia juga meminta BPJT lebih mengaktifkan konsultan Pengendali Mutu Independen (PMI) untuk memastikan kepatuhan badan usaha dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi.

“Pengawasan internal dari BUJT pada kontraktor pelaksana juga harus terus dilakukan secara lebih ketat dalam pelaksanaan kegiatan konstruksi jalan tol guna menghindari berulangnya kejadian yang serupa,” ujarnya.

Direktur Operasional II PT PP Muhamad Toha Fauzi selaku kontraktor Tol BORR Seksi IIIA mengaku siap menerima hasil evaluasi dari KKJTJ usai ambruknya cor konstruksi balok penyangga Tol BORR.

Kata dia, PT PP akan terbuka kepada tim investigasi perihal kronologi maupun data terkait peristiwa tersebut. Namun, ia meyakini konstruksi yang dikerjakan sebelumnya sudah diperiksa dan aman.

“Kalau kita lihat dan pelajari dari data yang diterima, sebetulnya kontruksi ini sudah aman. Namun, kita masih menunggu dari komite silahkan dicek. Kita terbuka, semuanya sudah sesuai SOP yang disepakati bersama,” jelasnya.

Toha juga mengatakan, akan berusaha menyelesaikan proyek Tol BORR sesuai target yang diberikan yakni pada akhir Desember 2019 mendatang. “Saya usahakan tidak menganggu target awal proyek (Desember 2019). Misalnya nanti berhenti tiga hari, kita akan rubah metode kita atau menambah equipment agar kembali ke target awal,” ungkapnya. (*/d)