mediabogor.com, Bogor – Bangunan gagah berarsitektur khas negeri kincir angin yang sudah berdiri sejak 1881 ini menjadi sentra para masyarakat kota hujan untuk bertransportasi menggunakan jasa kereta. Dikenal dengan Stasiun Buitenzorg pada masa itu, stasiun kereta api di Kota Bogor ini kini memberangkatkan kereta rel listrik (KRL) yang melayani rute Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, hingga Bekasi), Stasiun Jakarta Kota, Kampung Bandan, Bekasi serta Jatinegara menjadi destinasi akhir pemberhentian keberangkatan transportasi yang dahulu hanya digunakan oleh para kaum bangsawan.

Segalanya berubah mengikuti perubahan zaman, kabar miring serta citra buruk pernah melekat di stasiun kebanggaan masyarakat bumi pakuan ini, minimnya sarana dan prasarana hingga kejadian yang memakan korban terus menghantui bangunan kokoh, sang saksi bisu peradaban dari masa ke masa tersebut. Berdasarkan sejarah yang di dapat oleh mediabogor.com, tercatat pada periode tahun 2011 hingga 2013, rangkaian KRL yang beroperasi dari Stasiun Bogor terdiri dari KRL ekonomi, KRL ekonomi-AC, dan KRL Commuter Line (Red Line).

PT KCJ mulai menerapkan sistem tiket elektronik Commet (Commuter Electronic Ticketing) dan secara bertahap menerapkan perubahan sistem tarif kereta dengan menggunakan sistem progresif, tentunya seiring dengan penghapusan KRL Ekonomi dan diganti dengan rangkaian KRL Commuter Line AC, pada Juli 2013.

Kini Stasiun Bogor dengan segala kemajuan serta sarana prasarana yang lengkap dari mulai sistem ticketing yang terkomputerisasi hingga prasarana lainnya seperti musholla, minimarket, hingga restaurant siap saji ini berada ditangan sang kepala yang tak kalah inspiratif, Darmin (48). Kisah serta perjalanan karirnya yang penuh loyalitas akan pengabdiannya ini kini memegang kepala Stasiun Besar Bogor dengan penuh kepercayaan dan tanggung jawab penuh atas segala perkembangan dan kemajuan citra Stasiun Bogor. (IB)

Berita Tentang Stasiun Bogor

Foto: Indra