Mungkinkah regulasi persaingan komersial menghambat merger bank-bank resmi BUMN?

Klarifikasi. Petugas teller melayani nasabah di kantor BRI Syariah Kebun Jeruk Cabnag Jakarta, Selasa (13/10). / Vu Contan / Carolus Agus Wallyo / 10/13/2020.

Reporter: Duel septiadi | editor: Mahdi lembut

KONTAN.CO.ID – Jakarta. Tiga entitas yang berafiliasi dengan bank milik negara mengendalikan pangsa sektor perbankan syariah negara itu. Jika merger terjadi, maka akan ada satu entitas yang akan menguasai mayoritas pangsa pasar.

Per Juni 2020, total aset ketiga bank syariah yaitu PT Bank BRI Syariah Tbk (angin sepoi-sepoi), PT Bank Mandiri Syariah memiliki nilai 214,74 triliun rupee atau 60,26% dari total aset bank syariah di Indonesia.

Sedangkan pembiayaan sebesar Rs 144,67 setara dengan 62,01%, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 184,02 triliun Rupee atau 62,72%.

Baca juga: OJK mendukung usulan merger bank syariah BUMN

Nilai-nilai ini bisa naik lagi. Hal ini terkait dengan ketentuan pengalihan aset bank milik negara kepada bank syariahnya, atau bank hasil merger di provinsi Aceh di masa mendatang untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang mewajibkan lembaga keuangan di Aceh untuk beroperasi sesuai dengan prinsip Syariah paling lambat tahun 2022.

Sedangkan dengan mengacu pada Undang-Undang 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, badan usaha atau kelompok usaha dilarang melakukan monopoli dalam arti menguasai lebih dari 50% pangsa pasar untuk suatu jenis barang atau jasa tertentu.

Sementara itu, Komisioner Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Chandra Sitiawan diminta mengetahui dulu dasar ketentuan merger yang diajukan.

“Bagaimana status bank syariah? Kalau berstatus BUMN dan dilebur berdasarkan ketentuan hukum, bisa dikecualikan, kalau bukan BUMN, dan merger itu sah menurut hukum, perlu diberitahukan kepada KPPU,” kata KONTAN, Selasa (13/10).

READ  INDOMARET JSM PROMO CATALOG 20-22 November 2020 Ada Diskon Susu hingga Jajan, Buruan 3 Hari Saja!

Baca juga: Karena itulah UUS BTN tidak terlibat dalam merger bank syariah BUMN

Untuk pendaftaran, dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia, Selasa (13/10), BRI Syariah menyatakan akan menjadi Entitas yang bertahan Dalam konsolidasi prosedur ini.

Sedangkan kedua orang tuanya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRIPT Bank Mandiri Tbk (BMRI(Dan PT Bank Negara Indonesia Tbk)BBNISeorang pemegang saham di bank hasil merger. Agar Kementerian Badan Usaha Milik Negara ke depan tidak mempersempit ruang lingkup kepemilikan langsung.

Donasi, Dapatkan Kupon Gratis!

Dukungan Anda akan meningkatkan semangat kami untuk menyediakan artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai tanda terima kasih atas perhatiannya, ada kupon gratis senilai donasi yang bisa digunakan untuk berbelanja Toko bahagia.


Written By
More from Hamal Hamid

JSM Superindo 6 – 8 Nov 2020 Promo, Diskon Harga Minyak Goreng, Mi Instan hingga Chicken Nugget

TRIBUNMADURA.COM – Superindo membuat penawaran Promo Penawaran akhir pekan. Anda bisa berbelanja...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *