NASA merilis gambar yang mengungkapkan alam semesta ‘tidak terlihat’

NASA menggunakan pendekatan multi-panjang gelombang untuk menghasilkan gambaran tentang alam semesta

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Arsip gambar terbaru dirilis oleh NASA menunjukkan kosmos tidak seperti sebelumnya. Melihat alam semesta, ada banyak hal yang menakjubkan.

Sayangnya, teleskop terbaik yang tersedia terbatas. Biasanya, teleskop hanya menggunakan panjang gelombang satu pancaran. Misalnya sinar gamma, atau gelombang mikro. Sekarang, pendekatan baru memungkinkan untuk melihat atmosfer, udara yang dihirup manusia, dan melindunginya dari sinar-X yang berbahaya dari luar angkasa.

Chandra X-ray Observatory milik Badan Antariksa AS (NASA) telah berada di luar angkasa, mengorbit Bumi selama lebih dari 21 tahun sekarang. Observatorium ini memungkinkan para astronom untuk menarik kembali tirai di bagian kosmos yang tidak terlihat. Data sinar-X ini mengungkap hal-hal yang sebelumnya tidak terlihat oleh manusia.

“Umat manusia memiliki ‘mata’ yang dapat mendeteksi semua jenis cahaya melalui teleskop di seluruh dunia dan armada observatorium di luar angkasa. Dari gelombang radio hingga sinar gamma, pendekatan ‘multiwavelength“Astronomi ini sangat penting untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap tentang objek di luar angkasa,” tulis NASA dalam pernyataannya melalui situs resmi badan antariksa Amerika Serikat (AS), dilansir NASA. Jaringan Cuaca, Kamis (10/9).

Kompilasi gambar yang ditampilkan di arsip publik memberikan contoh gambar dari berbagai misi dan teleskop yang digabungkan untuk lebih memahami ilmu alam semesta.

Pada contoh di atas, Hubble memberikan pemandangan yang spektakuler. Data Chandra telah membantu mengungkap mengapa galaksi terlihat seperti itu.

“Galaksi ini menyerupai mata banteng, yang sesuai karena kemunculannya sebagian disebabkan oleh galaksi yang lebih kecil yang melewati pusat objek ini,” kata pernyataan Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics.

READ  Ilmuwan Menemukan Kerusakan Parah pada 2 Gletser Besar Di Antartika

Tabrakan hebat tersebut menghasilkan gelombang kejut yang menyapu seluruh galaksi dan memicu pembentukan bintang masif. Sinar-X ungu dari Chandra menunjukkan gas panas yang terganggu, dikelilingi oleh galaksi Cartwheel yang terseret lebih dari 150.000 tahun cahaya oleh tabrakan tersebut.

Data optik dari Hubble menunjukkan di mana tabrakan ini dapat memicu pembentukan bintang. Meskipun Chandra hanya menambahkan sebagian kecil dari total gambar Nebula Helix, kontribusinya masih mengungkap bagian penting dari keseluruhan teka-teki.

Menurut Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, ketika sebuah bintang seperti Matahari kehabisan bahan bakar, ia mengembang dan lapisan luarnya mengembang dan kemudian inti bintang itu menyusut. Fase ini dikenal sebagai ‘nebula planet’, dan astronom memperkirakan Matahari akan mengalami hal ini dalam waktu sekitar lima miliar tahun.

Written By
More from Masud Madani

Berlaku PSBB Jakarta, IHSG masih berpotensi menguat

ILUSTRASI. Penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di Jakarta menarik perhatian para...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *