Negara-negara ASEAN setuju untuk membentuk pusat darurat kesehatan masyarakat

Negara-negara ASEAN setuju untuk membentuk pusat darurat kesehatan masyarakat

Akan ada tiga pilar ACPHEED, pengawasan atau deteksi, respons, dan manajemen risiko

Bali (ANTARA) – Para menteri kesehatan ASEAN telah menyetujui pembentukan ASEAN Center for Public Health Emergencies and Emerging Diseases (ACPHEED) sebagai upaya kolaboratif untuk menghadapi kejadian luar biasa dan pandemi di masa depan.

“Akan ada tiga pilar ACPHEED, surveilans atau deteksi, respon, dan manajemen risiko,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers usai memimpin Pertemuan Menteri Kesehatan ASEAN ke-15 di Nusa Dua, Bali, Sabtu.

Pilar-pilar tersebut akan didukung oleh tiga negara perwakilan ASEAN, yaitu Vietnam, Thailand, dan Indonesia, yang akan bekerja sama di bawah satu pembentukan ACPHEED untuk mengantisipasi kejadian luar biasa, tambahnya.

“Akan ada kerjasama tiga negara yang masing-masing akan membangun kantor di negaranya masing-masing untuk tiga pilar yang ada,” ujarnya.

Prinsip kerja ACPHEED secara umum akan mirip dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), katanya.

“Selain kedaruratan penyakit, juga ada manajemen risiko kejadian luar biasa,” kata Sadikin.

Menurutnya, setiap negara ASEAN berhak mengisi tiga jabatan tersebut dengan semangat kebersamaan.

“Misalnya Indonesia mengambil peran pengawasan dan deteksi dini, dan kantornya bisa di Indonesia, tapi orang Thailand, Malaysia, atau Singapura bisa berbasis di sana untuk bisa mengintegrasikan deteksi potensi kejadian luar biasa di ASEAN,” jelasnya. .

Menteri Sadikin yang juga ketua ASEAN Health Ministers Meeting menyebut ACPHEED sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan perbedaan protokol kesehatan di setiap negara ASEAN.

“Para ahli kesehatan mengatakan ini tidak bisa ditangani secara berbeda, harus ditangani secara kesehatan sebagai entitas epidemiologi yang sama. Protokol kesehatan harus diselaraskan,” katanya.

READ  Glisin asam amino yang ditemukan di atmosfer Venus: Okezone techno

Untuk penyeragaman protokol kesehatan, negara-negara ASEAN dapat mengadopsi ketentuan serupa dengan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Indonesia.

“Protokol kesehatan ASEAN akan kita sinergikan. Jika kasus di suatu negara turun signifikan, maka relaksasi protokol kesehatannya akan lebih tinggi dibandingkan negara lain. Sama seperti PPKM di setiap provinsi,” jelasnya.

Berita Terkait: AHMM menyoroti kesenjangan pengobatan gangguan mental yang dipicu pandemi
Berita Terkait: Indonesia desak negara-negara ASEAN atasi darurat kesehatan
Berita Terkait: ASEAN dorong konvergensi digital untuk paspor vaksin global

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor