NTT, Bali mengalami gempa 5,5 m diikuti dua gempa susulan

TEMPO.CODan JakartaGaya tektonik 5,5 derajat Gempa bumi Itu mengguncang sebagian Nusa Tenggara Timur hingga Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 08.20 waktu setempat, Senin 11 Januari, dan gempa yang terjadi di Laut Flores tidak mungkin menimbulkan tsunami.

Menurut Dariono, koordinator penanggulangan gempa dan tsunami badan tersebut, pusat gempa tercatat di 7,57 derajat Lintang Selatan dan 120,48 Bujur Timur. Tepatnya di laut, 115 kilometer sebelah utara Rutting, Kabupaten Mangarai, Nusa Tenggara Timur, katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 11 Januari.

Gempa yang terjadi pada kedalaman 653 km atau tergolong gempa fokus dalam ini disebabkan oleh deformasi lempeng pada zona transisi pada kedalaman 400-660 km. “Tidak berpotensi tsunami karena sumbernya sangat dalam dengan ukuran yang relatif kecil,” tambah Daryono.

Namun gempa tersebut dirasakan di sebagian besar wilayah oleh masyarakat. Berdasarkan laporan masyarakat dan peta tingkat guncangan BMKG, gempa dirasakan di Waingapu, NTT, pada level II-III dari intensitas modulasi Mercalli (MMI) dan di Denpasar, Kuta, Mataram dan Lombok Tengah pada level II MMI.

Hasil analisis mekanisme gempa menunjukkan bahwa penyebabnya adalah mekanisme kerusakan normal. Hingga pukul 09.30 terjadi dua kali gempa susulan.

Dariono mengimbau masyarakat tetap tenang Gempa bumi Aktivitas di Laut Flores. “Karena sumbernya sangat dalam dan tidak akan berdampak merusak di permukaan bumi,” ujarnya.

Baca juga: Provinsi Aceh dilanda gempa bumi berkekuatan 5.0 skala richter

Anwar Al-Soudi (pemegang saham)

READ  Terus bertambah, korban tewas akibat gempa M7 di Turki telah mencapai 14 orang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *