Para diplomat mendorong untuk menyelesaikan aturan perdagangan karbon dalam debat publik – Rabu, 13 Oktober 2021

Para diplomat mendorong untuk menyelesaikan aturan perdagangan karbon dalam debat publik – Rabu, 13 Oktober 2021

Dian Sabtiari (Jakarta Post)

bagus sekali

Jakarta
Rabu 13 Oktober 2021

Hanya dua minggu sebelum pembukaan Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP26) ke-26 di Glasgow, para diplomat di Jakarta mendesak penyelesaian aturan internasional yang mengatur perdagangan emisi, sebuah rencana yang sangat teknis namun berpotensi efektif di bawah Perjanjian Paris 2015, juga dikenal sebagai Perjanjian Paris. .

Taruhannya sangat besar bagi pihak-pihak yang bersepakat untuk menyegel ketentuan mereka tentang perdagangan emisi karbon dan bentuk kerja sama internasional lainnya berdasarkan Pasal 6 perjanjian iklim, salah satu pasal baru-baru ini yang belum terselesaikan dalam buku peraturan Paris 2018.

Kompleksitas adalah alasan besar mengapa Pasal 6 tidak disepakati sampai pagi terakhir negosiasi Paris tahun 2015 atau COP berikutnya, sehingga masalah ini diperkirakan akan menjadi sorotan di COP26 pada bulan November, yang banyak dianggap penting untuk masa depan. Dari planet Bumi dan semua makhluk hidup di dalamnya, termasuk manusia.

Untuk membaca cerita lengkapnya

berlangganan sekarang

Mulai dari Rp 55.000/bulan

  • Akses tak terbatas ke konten web dan aplikasi kami
  • Surat kabar digital harian untuk email
  • Tidak ada iklan, tidak ada interupsi
  • akses istimewa ke acara dan program kami
  • Berlangganan buletin kami

READ  Bester Geldbeutel Damen Leder 2021: Getestet und qualifiziert

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor