Pasien PPOK rentan terhadap Covid-19

KOMPAS.com – Pandemi COVID-19 merupakan tantangan yang berat bagi semua orang, terutama mereka yang terkena dampak Paru obstruktif kronik (PPOK).

Sebagai seseorang yang sudah memiliki riwayat penyakit paru-paru kronis, mereka yang menderita penyakit paru obstruktif kronik merupakan kelompok yang berisiko tertular infeksi Covid-19.

Apalagi secara umum lansia banyak yang menderita PPOK sehingga risiko meninggal akibat Covid-19 lebih besar.

Bahkan, penderita PPOK disarankan untuk tinggal di rumah. Kemudian mereka juga harus menggunakan 3M dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah penularan virus.

Hal tersebut disampaikan oleh seorang pulmonolog, konsultan asma dan COPD di Rumah Sakit Persahabatan, dr Bodhi Antarixa yang menyandang gelar doktor bidang kedokteran dan bedah, saat konferensi pers virtual dengan anjingnya, Rabu (18/11/2020).

“Penyakit paru-paru kronis otomatis akan berkurang kekebalan tubuh. Oleh karena itu, pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik sebaiknya tidak melakukan perjalanan untuk sementara waktu dan berhenti merokok bagi perokok. “

Baca juga: Kesulitan bernapas, waspadalah terhadap penyakit paru obstruktif kronik

Selain itu, melakukan vaksinasi flu bisa menjadi upaya melindungi diri dari virus influenza yang dapat memperburuk penyakit paru-paru kronis.

Meski sama-sama menyerang paru-paru, Buddy menjelaskan gejala COPD dan Covid-19 tentunya berbeda. Penyakit paru obstruktif kronik memiliki gejala yang lebih sederhana, yaitu sesak napas dan batuk berdahak.

Sedangkan Covid-19 ditandai dengan berbagai gejala, seperti munculnya demam, nyeri otot, gangguan saluran pencernaan dan saluran kencing, serta hilangnya indera penciuman dan pengecap.

Oleh karena itu, terlepas dari tinggal di rumah dan menerapkan protokol kesehatan, pasien PPOK harus memperhatikan asupan makanan dan olahraga untuk meningkatkan kekebalan tubuh, katanya.

Baca juga: Batuk tidak selalu merupakan gejala Covid-19, bagaimana Anda mengetahuinya?

READ  Daftar Harga Apple iphone Terbaru 6 September 2020: Iphone 7 Apple iphone 8 Apple iphone X hingga Iphone 11 Professional Max

Sedangkan senam yang dianjurkan bagi penderita PPOK adalah senam yang dapat meningkatkan otot pernafasan di dada, seperti renang, senam asma atau yoga.

Latihan ini berfokus untuk menggerakkan otot pernafasan agar tidak mengecil dan menguatkan paru-paru tanpa bantuan oksigen.

More from Mahammed Shehata

Peneliti sedang mengembangkan cat putih khusus yang dapat mendinginkan ruangan: Okezone techno

warna Dipilih untuk seri Sebuah ruangan, rumah, atau bangunan melakukan lebih dari...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *