PBB mendesak Laos untuk membebaskan kritik pemerintah – Asia Tenggara

PBB mendesak Laos untuk membebaskan kritik pemerintah – Asia Tenggara

Seorang ahli hak asasi manusia PBB mendesak Laos untuk membebaskan tiga aktivis yang menjalani hukuman penjara yang lama karena mengkritik pemerintah komunis otoriter negara itu.

Ketiganya – Somfun Mason, Penduduk Chittad, dan Ludkam Thamafung – dipenjara pada 2017 setelah mengambil bagian dalam protes di luar kedutaan Laos di Bangkok dan memposting pesan di Facebook.

Mary Lawlor, pelapor khusus PBB untuk pembela hak asasi manusia, mengatakan mereka tidak menerima pengadilan yang adil dan menyerukan pembebasan mereka.

“Sejauh ini, tidak ada pembela hak asasi manusia yang disebutkan di atas memiliki akses ke pengacara mereka,” katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin malam.

Laporan pada saat itu menunjukkan bahwa Somfon dan Warga masing-masing dijatuhi hukuman 20 dan 18 tahun penjara sementara Lodham dipenjara selama 12 tahun.

Namun pernyataan PBB menyebutkan Somphon sudah dipenjara selama 30 tahun dan penghuninya sudah lebih dari 16 tahun.

Meskipun tetap menjadi tujuan populer bagi para backpacker, Laos yang kecil dan miskin memiliki salah satu pemerintah paling represif di dunia.

Jurnalis asing tidak diizinkan masuk tanpa menteri pemerintah dan Partai Komunis memegang kendali penuh atas media lokal.

Kritikus secara rutin dipenjara atau menghilang begitu saja.

Somphone, Soukan dan Lodkham ditayangkan di televisi pemerintah pada Mei 2016, dimanjakan oleh pengakuan tentang merusak “keamanan nasional”.

Pakar PBB Lawlor mengatakan pemerintah Laos menyalahgunakan keamanan nasional sebagai alasan untuk membungkam para kritikus.

“Pemerintah harus memberikan dasar hukum dan faktual untuk penangkapan sewenang-wenang dan penahanan incommunicado sebelum sidang terhadap Ms. Ludkham Thamafung, Mr. Sukan Chittad dan Mr. Somphon Mason,” kata Lawlor.

“Pemerintah juga harus menjelaskan hukuman penjara yang berat yang dijatuhkan kepada para pembela hak asasi manusia ini, dan bagaimana hukuman ini sejalan dengan norma dan standar hak asasi manusia internasional.”

READ  Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, RSUD Nagudi Valuo Vlingi mengadakan konsultasi tentang HIV / AIDS »MITRATODAY

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor