Pelaku Masih Buron, Polisi: Kendalanya Kita Minim Saksi

mediabogor.com, Bogor – Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser menegaskan, pelaku penusukan siswi SMK Baranangsiang, Adriana Yubelia Noven (17) belum tertangkap. “Terduga berinisial S yang diamankan di Bandung, saya nyatakan kemungkinan itu bukan pelakunya berdasarkan beberapa alibi yang dia lakukan, bukti-bukti yang kita dapat, dan dari saksi yang dihadirkan sama dia. Jadi, kemungkinan besar bukan dia pelakunya. Ini masih dilakukan pendalaman,” kata Kapolresta, Kamis (10/1/19)

Terkait saksi-saksi, Kapolresta mengungkapkan sampai dengan saat ini, sudah delapan orang saksi diantaranya penjaga kos korban, kemudian teman-teman dekat korban, mantan pacar korban, termasuk inisial S yang diamankan di Bandung itu juga saksi, statusnya.

“S itu, pernah jadi teman dekat korban. Dan saat kejadian, inisial S tidak ada di lokasi. Yang di CCTV ternyata fisiknya berbeda dengan yang kita periksa ini,” jelasnya.

Mengenai motif, Kapolresta menuturkan belum mengetahuinya karena pelaku belum tertangkap. “Pelakunya belum tertangkap. Bagaimana kita mau dalami motifnya. Setelah ketemu baru bisa,” tegasnya.

Kapolresta juga menerangkan beberapa kendala dalam mengungkap kasus pembunuhan tersebut. “Sampai saat ini, kita belum dapat menangkap siapa pelakunya. Kendalanya kita minim saksi. Tidak ada saksi yang melihat. Kemudian dari orangtuanya pun tidak bisa memberikan jawaban yang banyak karena sudah hidup terpisah dari orangtua. Termasuk dari teman-teman dekatnya pun informasi terbatas,” ungkapnya.

Kapolresta mengatakan, dari bukti petunjuk yang ada di TKP juga tidak cukup membantu karena tidak begitu jelas wajahnya.”Mungkin karena posisi jauh dan resolusinya kurang jelas juga jadi mengidentifikasi pelaku susah,” jelasnya.

Sedangkan dari bukti-bukti elektronik yang didapat, lanjutnya, dari laptop korban, buku-buku diary korban belum ada yang mengarah pada siapa-siapa di situ.

“Ada beberapa bukti elektronik yang kita lakukan scientific investigation mulai dari handphone korban kemudian media sosialnya termasuk hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan dan kebiasaan korban sebelumnya ini perlu kita dalami,” bebernya.

Terkait hasil pemeriksaan CCTV, Kapolresta mengatakan melibatkan tim dari Mabes Polri, Polda Jabar, termasuk Sat Reskrim Polresta Bogor Kota. “Jadi, mohon bersabar. Anggota masih di lapangan dan kita harus meningkatkan barisan lagi. Keamanan dan kebersamaan Kota Bogor menjadi yang utama,” pesannya. (Nick)