Pemimpin yang Membawa Berkah

mediabogor.com, Bogor – Masih terngiang ditelinga saat debat pemilu kedua berlangsung. Capres nomor urut 01 Joko Widodo mengatakan bahwa tidak ada kebakaran hutan selama tiga tahun terakhir. Tidak lama berselang, keesokan harinya berseliweran kritik atas pernyataan tersebut. Data-data mencengankan oleh BNPB atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana merekapitulasi bencana alam, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan di tahun 2019 ini tercatat sudah terjadi lima kali karhutla. Dan data ini tidak bisa dibantah oleh siapapun.

Saat kita sedang mencari sosok pemimpin ideal untuk negeri ini. Dan moment debat malam itu pun sebagai referensi masyarakat untuk menentukan pilihan yang terbaik pada 17 april 2019 nanti. Kita harus menjadi pemilih cerdas, dan jangan sampai memilih pemimpin yang salah. Karena setiap pilihan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT. Sehingga jangan sampai pilihan kita salah, naudzubillah!.

Di era revolusi industri 4.0 saat ini berbagai informasi membanjiri perangkat pintar hanya dalam hitungan detik. Sehingga patut waspada terhadap berbagai informasi tersebut. Untuk mengatasi berita hoaks atau tidaknya maka dalam Islam dianjurkan untuk tabayun, meneliti informasi tersebut secara teliti. Fakta dan data yang valid penting untuk dicermati sehingga kita tidak menjadi pangsa pasar hoaks. Sehingga kita tidak mengkonsumsi nilai dan sudut pandang dari informasi tersebut.

Dalam Islam, pada beberapa kondisi tertentu dibolehkan berbohong, yaitu ketika berperang, mendamaikan dua saudara yang bertikai, dan mendamaikan suami istri. Berbohong dihalayak ramai untuk mengambil simpati massa tentu tidak dibenarkan. Apalagi untuk meraih kekuasaan menjadi pemimpin negeri, tentu akan menjadi tidak berkah malah akan terjadi sebaliknya.

Nasib ke depan negeri ini ditentukan oleh kita. Pilihlah pemimpin yang sesuai syariah, Insyaallah berkah. Semoga kita bukan termasuk orang yang jatuh pada lubang yang sama. Karena alangkah meruginya. Jadilah kita orang yang melek media. Teliti dengan seksama kevalidan data, biasakan juga membaca nilai dan sudut pandang media informasi tersebut dengan kacamata agama.

Al-quran memberikan petunjuk kepada kita terhadap berita kebohongan yang beredar, agar tidak terjerumus begitu saja karena akan menjadi malapetaka. “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (QS. Al-Hujarat: 6).

Sementara adagium komunikasi mengatakan, kebohongan yang disampaikan berulang-ulang sampai seribu kali dapat berubah menjadi kebenaran. Sebagai muslim yang harus menjadi tolak ukur kebenaran adalah Al-quran selama-lamanya. Pilihlah pemimpin yang sesuai kriteria Al-quran. Itu lah yang akan membawa berkah untuk masyarakat Indonesia dan dunia.

 

Oleh: Deni Heryani (Pengamat Politik Islam)