Pengetatan PSBB Jakarta, Pelanggan PLN Harus Kirim Foto Lebih Banyak?

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemprov DKI Jakarta kembali memperketat pemberlakuan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) mulai Senin (14/9/2020), langkah tersebut diambil mengingat masih tingginya penyebaran Covid-19 di wilayah Ibu Kota Negara.

Dengan adanya kebijakan tersebut, pelaksanaan berbagai kegiatan kembali dibatasi, seperti pelaksanaan PSBB periode Maret lalu.

Pada Maret lalu, berbagai kegiatan terpaksa dihentikan sementara, seperti ini rekaman meter listrik pelanggan PT PLN (Persero). Dalam kurun waktu Maret hingga Juni, PLN akhirnya memutuskan menggunakan skema penghitungan rata-rata selama tiga bulan terakhir untuk menentukan tagihan pelanggan.

Baca juga: Daftar Pelanggan PLN yang tarif listriknya tidak turun

Lantas, dalam pelaksanaan PSBB kali ini, PLN akan melakukan hal yang sama?

Wakil Presiden Eksekutif PLN Bidang Komunikasi Korporat dan CSR Agung Murdifi membenarkan, selama masa implementasi PSBB yang akan dimulai pekan depan, pihaknya masih akan mendata meteran langsung ke rumah pelanggan pascabayar.

“Pembacaan meteran dilakukan dengan tetap memperhatikan Pedoman Pencegahan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dengan menggunakan standar APD (Alat Pelindung Diri),” ujarnya. , dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2020).

Agung menjelaskan hal itu dilakukan untuk memastikan kesesuaian tagihan listrik dengan pemakaian listrik oleh pelanggan.

Baca juga: Turunkan Tarif Listrik 7 Group Pelanggan PLN, Ini Detailnya

Untuk menjamin kesehatan petugas, PLN akan memberikan asupan vitamin dan menyediakan ruang pemeriksaan kesehatan khusus beserta tenaga medis dan peralatan penunjang untuk memantau kondisi kesehatan pegawai yang harus bekerja.

Selain pencatatan, PLN juga menyiapkan layanan pelaporan meter stand mandiri (Baca Meter Independen) melalui WhatsApp PLN 123, dengan nomor 08122123123.

“Pelaporan mandiri pelanggan bisa dilakukan pada 24-27 setiap bulannya. Laporan mandiri pelanggan yang sah akan menjadi prioritas utama dalam penghitungan tagihan listrik,” kata Agung.

READ  IHSG berpotensi melemah dalam sepekan ke depan, perhatikan 8 sentimen berikut

Baca juga: Tarif listrik lebih rendah, PLN: tanpa syarat apapun

Written By
More from Emet

Harga emas Antam menyusut Rp 3.000 per gram (4/9), berpotensi rugi 10% bagi pembeli sebulan lalu.

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Jumat (4/9), harga emas batangan bersertifikat Antam di Butik...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *