Pengusaha Pusat Perbelanjaan Akan Memastikan Mematuhi Halaman Pengetatan PSBB Semua

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menegaskan, APPBI akan mematuhi sepenuhnya keputusan Pemerintah Provinsi. DKI Jakarta tentang Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) Pengetatan yang akan berlangsung pada Senin (14/9/2020).

Meski diperkirakan tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan akan kembali menurun karena restoran dan kafe tidak diizinkan melayani di tempat atau di makan di tempat.

Keputusan ini merupakan langkah maksimal untuk saat ini agar kesehatan masyarakat tetap terjaga dan dunia usaha juga terselamatkan, ujar Alphonzus. Kompas.com, Minggu (13/9/2020).

Alphonzus mengatakan hingga saat ini belum ada rencana perubahan jam operasional.

Ia memastikan pada Senin jam operasional akan berlaku seperti biasa, mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Baca juga: Anies Terapkan PSBB Kedua, Pengusaha Berharap Mal Tetap Buka

Namun, dia menjamin, pusat perbelanjaan tersebut akan tetap ada menetapkan Protokol Kesehatan lebih ketat, lebih disiplin, dan lebih konsisten.

Selain itu, kami akan selalu melakukan evaluasi setiap saat dan dapat memberlakukan pembatasan tambahan jika diperlukan, tambah Alphonzus.

Untuk mencari tahu, di Pengetatan PSBB Dengan cara ini, pasar dan pusat perbelanjaan dapat beroperasi dengan memberlakukan batasan kapasitas maksimal 50 persen pengunjung yang berada di lokasi pada waktu yang bersamaan.

Restoran, tempat makan, kafe di dalam pusat perbelanjaan hanya dapat menerima pesan yang dikirim atau dibawa pulang.

Sebelumnya, Provinsi DKI Jakarta memutuskan memberlakukan Pengetatan PSBB selama dua pekan mulai 14-25 September 2020.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat jumpa pers di Balaikota, Jakarta Pusat yang disiarkan melalui Youtube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Menurut Anies, alasan diberlakukannya PSBB total kembali karena adanya peningkatan kasus positif Covid-19 selama 12 hari pertama September lalu.

READ  Permintaan Lambat, TransNusa Airline Menunda Operasi Sementara

“Kami merasa perlu melakukannya pengetatan Sehingga pergerakan kenaikan kasus di Jakarta bisa dikendalikan, ”kata Anies.

Aplikasi Pengetatan PSBB mengacu pada Pergub Nomor 88 Tahun 2020 tentang Perubahan Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB.

Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020 dikeluarkan pada 13 September 2020. Anies berharap pengetatan PSBB dapat mengontrol penambahan kasus Covid-19 di ibu kota.

“Kalau tidak dikendalikan maka dampak ekonomi, sosial budaya akan sangat besar,” kata Anies.

Pada dasarnya prosedur pengetatan PSBB masih sama dengan PSBB sebelumnya yang berlaku mulai 10 April hingga 4 Juni 2020.

Pengetatan PSBB merupakan kegiatan yang mulai dibatasi dibandingkan dengan PSBB transisi. Pasalnya, sebagaimana diketahui, Pemprov DKI pada awalnya menerapkan pelonggaran PSBB atau yang disebut dengan PSBB transisi dari 5 Juni hingga 2 Juli 2020.

Kemudian, Pemprov DKI memutuskan untuk memperpanjang PSBB transisi selama dua minggu masing-masing lima kali, terhitung mulai 3 Juli hingga 10 September 2020.

Written By
More from Emet

NASA merilis gambar yang mengungkapkan alam semesta ‘tidak terlihat’

NASA menggunakan pendekatan multi-panjang gelombang untuk menghasilkan gambaran tentang alam semesta REPUBLIKA.CO.ID,...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *