Persiapkan Perlindungan Jaminan Kesehatan Lewat Program JKN-KIS

mediabogor.com, Bogor – BPJS Kesehatan telah beroperasi lebih dari 4 tahun lamanya, sudah 207 juta lebih penduduk Indonesia telah terdaftar menjadi peserta. Tidak terkecuali dengan Slamet Bagus Wibowo (44) yang telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS sejak masih anak-anak dikarenakan ayahnya yang seorang Pegawai Negeri Sipil. Tetapi karena kini Slamet bukan seorang pegawai pemerintah maka dia mendaftarkan dirinya, istri dan anak-anaknya dalam program JKN-KIS segmen Pesera Bukan Penerima Upah (PBPU) dengan memilih iuran kelas III yang secara rutin melakukan pembayaran iuran melalui ATM sebelum tanggal sepuluh setiap bulan.

“Sejak kecil saya sudah terdaftar menjadi peserta Askes karena orang tua, dan sampai sekarangpun saya masih tetap menjadi pesertanya walau kini telah bertransformasi menjadi JKN-KIS, istri dan anak juga saya daftarkan walaupun harus membayar sendiri,” katanya.

Manfaat dari program ini telah dia rasakan terutama bagi orangtuanya. Pada saat ini orangtuanya sudah berusia lanjut dan terkadang harus bolak balik berobat ke Puskesmas maupun rumah sakit.

“Ayah saya saat ini menjadi anggota prolanis, Alhamdulillah dengan adanya Program Prolanis dari BPJS Kesehatan di Puskesmas menjadikan ayah saya terkontrol kesehatannya dan jarang harus berobat ke rumah sakit, hanya kadang-kadang saja jika dibutuhkan” ungkapnya.

Walaupun Slamet dan keluarganya tidak pernah menggunakannya, tetapi dia selalu membayar iuran tepat waktu. “Alhamdulilah saya dan keluarga selalu sehat, tidak pernah menggunakan JKN-KIS ini. Waktu anak saya yang pertama dan kedua lahir belum ada program ini, jadi saat bersalin harus membayar sendiri” kata Slamet yang saat ini berjualan makan burung di pasar burung kota Magelang.

Teman-temannya yang berdagang di pasar juga dia himbau untuk ikut program JKN-KIS ini agar dapat membantu sesama pedagang, dan apabila sakit tidak bingung-bingung harus menyediakan biaya pengobatan yang cukup besar.

“Para pedagang di pasar burung juga sudah banyak yang ikut program JKN-KIS ini, tetapi ada juga yang belum ikut, mungkin mereka belum membutuhkan atau lebih tepatnya belum memahami Program JKN-KIS ini sebagai bentuk perlindungan jaminan kesehatan jika sewaktu-waktu sakit, karena kita kan tidak tahu kapan akan sakit,” ujar Slamet.

Prinsip yang dianut adalah lebih baik membayar sedikit daripada nantinya harus membayar mahal. (Nick)