Pesta Rakyat Serbu Kuliner Kacau, Warga Kesal dan Kecewa

mediabogor.com, Bogor – Acara Serbu Kuliner di Pesta Rakyat yang digelar di halaman kantor DPRD Kota Bogor pada Rabu (12/6/19) berjalan ricuh. Pasalnya ratusan warga yang kesal menunggu dari sejak pagi terlibat aksi saling dorong untuk berebut makanan yang dibagikan. Bahkan makanan yang dibagikan pun sangat terbatas.

Kericuhan terjadi karena acara Serbu Kuliner yang digelar tidak seperti yang di infokan. Dari flayer acara yang tersebar, acara di mulai dari pukul 09.00 WIB. Namun, hingga pukul setengah 11 belum ada satupun menu makanan dan minuman yang disajikan di 11 tenda yang didirikan. Kosongnya tenda malah dijadikan tempat berteduh oleh warga yang menunggu.

Salah seorang warga asal Taman Cimanggu, Husen mengatakan, dirinya telah datang dari pukul 08.00 karena mengetahui acara dimulai pukul 09.00. ia yang datang dengan beberapa anggota keluarganya pun merasa kecewa dan kesal karena acara yang digelar tidak sesuai harapan.

“Infonya jam 9 tapi dibukanya jam berapa ini. Gimana masyarakat ga kecewa. Kalo bikin acara yang profesionalah jangan kaya gini kasian orang-orang. Ada yang jauh-jauh datang dari pagi, sudah panas, lama menunggu, ada yang mau pingsan, anak kecil nangis kejepit antrian. Gimana ga bringas orang,” ujarnya dengan nada kesal.

Kepala bagian (Kabag) penganggaran dan pengawasan pada DPRD Kota Bogor, Tri menjelaskan, bahwa dari DPRD Kota Bogor hanya memfasilitasi tempat. Soal menu kuliner itu dari PHRI. Karena dalam rangka HJB ini, PHRI ikut bersumbangsih menyumbang kuliner dari hotel-hotel yang bergabung di PHRI.

Tri mengaku tidak menyebarkan acara ini secara umum hanya dari lisan ke lisan saja. Soal tenda kuliner yang masih kosong tanya ke Yuno. Karena situasinya seperti gini ya terpaksa solusinya mengundang beberapa pedangang dari luar untuk dinikmati warga secara gratis. Semua ada enam grobak. Dan itu menjadi tanggungjawab DPRD.

“Sebetulnya ini hanya untuk warga sekitar dewan. Keinginan kita seperti itu. Memang yang membuat desain itu kita. Makanya ini kesalahan dari kita. Tapi kalo yang tersebar di medsos kita tidak ikut nyebarin. Makanya kita bingung sapa yang nyebarin,” kilahnya.

Sementara, Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay menuturkan, ada 15 hotel yang berpartisipasi di Serbu Kuliner ini. Jumlah porsi yang di support dari hotel yang sudah confirm itu sebanyak 1350 porsi. Bantuan yang diminta pun cukup dadakan. Dirinya mengaku baru dapat kabar di hari kedua Lebaran. Memang jauh-jauh hari sempat di sonding tapi hari H paripurnanya belum disebut tanggal berapanya.

“Tujuan kita mau berpartisipasi di HJB. Di rapat terakhir posisi jam makan itu di jam makan siang. Kita dari teman-teman hotel juga mempertimbangkan kualitas. Ga mungkin makanan mau di makan siang kita siapin pagi-pagi. Itu ga mungkin. Apalagi makanan tradisional ada bumbu kacang ada gado-gado. Kalau nanti basi dan asem itu juga bisa jadi masalah tersendiri kan,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada mis dalam kordinasi. Ia sendiri mengaku tidak tahu ada blas yang tersebar di WA. Di blastingan itu, tertulis jam 9. Makanya ia sempat meminta koreksi agar acara dibuat jam 11. Itu sehari sebelumnya. Sedangkan blastingan itu beredarnya sore. Kalau jam 11 pasti aman. Karena untuk penjemputan picking up nya pakai tim penjemputan supaya efesien. Maksudnya supaya jangan satu-satu datangnya.

“Jadi, postingan yang tersebar di medsos itu kita ga tahu. Tapi isi dari postingan itu betul bahwa kita memberikan support berupa makanan gratis untuk warga. Menu-menunya juga tepat. Hanya jam nya saja yang mis. Tapi udahlah over all intinya buat kita ini pembelajaran dan koordinasi harus lebih baik lagi kedepan. Karena acara sebesar dan dilakukan secara dadakan itu pasti ada aja yang mis,” ungkapnya. (*/d)