Petugas Polisi Militer Indonesia berdiri di atas kepala seorang pria Papua selama serangan yang memalukan

Petugas Polisi Militer Indonesia berdiri di atas kepala seorang pria Papua selama serangan yang memalukan

Dua anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI AU) menghadapi hukuman setelah rekaman mereka menunjukkan penyerangan terhadap seorang penyandang cacat yang tampaknya tidak bersenjata, video itu menjadi viral sejak tadi malam.

Dalam video tersebut, seorang pria Papua yang dikenal dengan S pertamanya tampak tengah adu mulut dengan seorang pemilik warung makan. Tak lama kemudian, dua petugas Polisi Militer berseragam tiba di tempat kejadian sebelum salah satu dari mereka dengan paksa memasukkan tangannya ke dalam gembok, sementara “S” menuntut penjelasan tentang posisinya dan dituduh mabuk.

S, yang tidak bereaksi agresif dan jelas mengalami gangguan bicara, diseret dari bilik ke trotoar, di mana ia dipaksa jatuh dengan lutut petugas di punggungnya. Sambil mengancam S, petugas lainnya menginjakkan kaki di kepala X dengan jelas menunjukkan arogansi.

S tidak tewas dalam kecelakaan pada Senin di Merauk, Papua. Tetapi gambar-gambar dari video viral itu mengingatkan kita pada pembunuhan George Floyd, pria kulit hitam Amerika yang meninggal karena mati lemas ketika seorang petugas polisi kulit putih menekan lututnya ke lehernya Juni lalu.

Kematian Floyd memicu protes anti-rasisme di seluruh dunia, Termasuk Indonesia, mengilhami solidaritas de facto dengan orang Papua, yang telah mengalami penderitaan berat sepanjang sejarah Indonesia.

Tentara Nasional Indonesia bergerak cepat untuk mengatasi video viral, dengan pejabat senior menawarkan permintaan maaf dan berjanji bahwa petugas yang terlibat akan “dihukum sesuai”.

“Sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara kita yang ada di Papua… Kejadian ini sepenuhnya salah anggota kita dan sama sekali tidak ada maksud dasar, apalagi instruksi formal. ,” kata Marsekal Lapangan TNI AU Fadgar Prasetyo. Dalam sebuah video Diposting tadi malam.

“Kami akan mengevaluasi semua anggota kami dan mengambil tindakan tegas terhadap pelakunya.”

Insiden itu juga menjadi perhatian pemerintah pusat, dengan Kepala Staf Presiden Joko Widodo, Moldoko, pagi ini mengeluarkan pernyataan yang menyatakan “penyesalan” atas insiden itu, yang mereka sebut sebagai perilaku ilegal dan bentuk kekuatan yang berlebihan.

Namun, apa yang menimpa S bukan “pertama kali” kejadian seperti itu, sebagaimana dicatat oleh Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta). di utas tweet.

“Ini menunjukkan bagaimana rasisme terhadap orang Papua telah mendarah daging di benak penguasa,” tulis LPH Jakarta.

Baca juga – Protes anti-rasisme di AS menyoroti rasisme terhadap orang Papua di Indonesia

READ  Bestes Einer Flog Übers Kukuksnest Getestet und qualifiziert

ikut serta dalam Podcast Kelapa Untuk berita trending dan budaya pop terpanas dari Asia Tenggara dan Hong Kong setiap hari Jumat!

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor