Produksi Mie Glosor Meningkat Drastis

mediabogor.com, Bogor – Seperti di tahun-tahun sebelumnya, bulan Ramadan membawa berkah tersendiri bagi pengusaha pembuat mie sropot atau mie glosor. Ya, permintaan pasar akan mie berbahan dasar sagu aren ini, selalu meningkat drastis di bulan Ramadan.

Pengusaha mie glosor, Eman Sulaeman mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar. Di bulan biasa permintaan pasar hanya berkisar 5 ton perhari. Tapi memasuki bulan Ramadan permintaan meningkat sampai 40 ton.

“Saya mampunya cuma 20 ton saja. Untuk memproduksi 20 ton, diperlukan 40 orang yang bekerja selama 24 jam. Karyawan saya ada 20 orang, ditambah 20 orang lagi yang jadi freelance dari warga sini. Kalau buatnya sih gak lama cuma butuh waktu satu jam dari proses awal hingga menjadi mie glosor,” katanya saat ditemui di pabrik pembuatan mie glosor tertua dan satu-satunya di Pancasan, Kota Bogor, Senin (13/5/2019).

Ia menuturkan, bisnis pembuatan mie glosor ini, meneruskan usaha ayahnya. Awalnya, diproduksi di Sukabumi, kemudian pindah ke Bogor. Di namakan mie glosor menurut Eman, mungkin karena teksturnya yang licin sehingga tidak perlu dikunyah ketika dimakan. Langsung glosor ke tenggorokan.

“Mie ini, dijual Rp 4.000 perkilogramnya dan dipasarkan ke wilayah Bogor dan Sukabumi. Kalo produksi 20 ton tinggal dikalikan saja harga sekilo Rp 4 ribu. Tapi itu omset kotornya ya,” ucapnya.

Mie berwarna kuning dengan tekstur licin ini, menjadi makanan populer warga Bogor untuk berbuka puasa. Disiram sambal kacang, rasanya yang lembut akan menggugah selera yang menyantapnya. (*/dy)