Propaganda LGBT Makin Berani

mediabogor.com, Bogor – Minggu (10/2) lalu, netizen dihebohkan dengan keberadaan akun instagram “komik muslim gay”. Pemilik akun yang memasang gambar laki-laki berpeci ini diduga dari negeri jiran. Postingannya terkait gambar komik muslim gay dengan menyertakan hastag gay Indonesia, gay Malaysia, gay muslim semakin membuat geram netizen. Banjir kritik, kecaman dan pelaporan ke Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan Polri pun dilakukan oleh netizen.

Tak dapat dipungkiri, pengusung dan pelaku LGBT menuntut eksistensi diri, baik dari pelegalan dengan undang-undang maupun semakin masifnya propaganda di berbagai media. Respon penolakan terhadap LGBT masih menjadi suara mayoritas masyarakat di Indonesia. Jati diri sebagai seorang muslimlah yang pada akhirnya membuat sikap keras terhadap LGBT. Jelas dalam Alquran, LGBT adalah perbuatan terlaknat dan diharamkan. Bahkan Islam memberikan sanksi yang sangat tegas dan berat bagi pelakunya.

Pengusung dan pelaku LGBT kian berani. Komik sebagai media yang mudah diterima generasi muda kini dibuat versi gay. Kata muslim pada sengaja disematkan dengan kata gay agar terkesan seorang muslim menjadi gay itu dibolehkan. Jelas, propaganda LGBT memiliki target khusus yaitu umat Islam.

Hadirnya LGBT dan propagandanya tidak terlepas dari penerapan sistem demokrasi. Sistem ini memberikan ruang kebebasan sehingga perilaku menyimpang dari kebenaran dianggap sesuatu yang menjadi hak asasi. Sistem sekuler ini membuat agama tak boleh bersuara. Agama harus dipisahkan dari kehidupan sehingga seolah-olah orang yang beragama juga boleh menempuh jalan hidup LGBT.

Umat Islam dan masyarakat Indonesia harus terus melakukan penolakan pada propaganda perilaku menyimpang ini. Cukuplah Allah memperingatkan azab-Nya pada kaum Nabi Luth As. Umat harus kembali kepada aturan Islam, karena hanya sistem Islamlah yang mampu menghentikan penyebaran virus LGBT dengan seperangkat penegakan aturan kehidupan dan hukum-hukumnya.

 

 

Rina Kusrina
Bogor