Radiasi di Bulan 200 kali lebih tinggi daripada di Bumi

Radiasi di Bulan 200 kali lebih tinggi daripada di Bumi

Jakarta, CNN Indonesia –

Studi terbaru mengubah tingkat radiasi Bulan 200 kali lebih tinggi dari pada Tanah. Hal ini dinilai berdampak negatif bagi kesehatan manusia, yakni akan kembali ke bulan dalam beberapa tahun mendatang.

Manusia terakhir kali menginjakkan kaki di bulan pada tahun 1972. Saat itu, NASA mengirim manusia ke bulan bersama Apollo. NASA berencana untuk mengirim manusia lain ke bulan pada tahun 2024 dengan pesawat ruang angkasa Orion.

Pengukuran radiasi bulan secara sistematis didokumentasikan ketika pesawat ruang angkasa robotik China Chang’e 4 mendarat di sisi terjauh bulan pada Januari 2019.




melepaskan CNN, Astronot dalam misi di bulan akan mengalami dosis harian rata-rata 1.369 mikrosievert radiasi per hari, sekitar 2,6 kali lebih tinggi dari dosis harian awak Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Radiasi adalah energi yang dipancarkan oleh gelombang atau partikel elektromagnetik. Di Bumi, radiasi bisa berasal dari cahaya atau panas dari sinar infra merah, sinar X, atau gelombang radio yang tidak dapat kita rasakan.

Sedangkan di bulan, radiasi akan berasal dari sinar kosmik galaksi, peristiwa partikel matahari sporadis (saat partikel yang dipancarkan matahari semakin cepat) dan neutron, serta sinar gamma dari interaksi antara radiasi ruang angkasa dan tanah bulan.

“Tingkat radiasi yang kami ukur di bulan sekitar 200 kali lebih tinggi daripada di permukaan Bumi dan 5 hingga 10 kali lebih tinggi daripada saat penerbangan dari New York ke Frankfurt,” kata Robert Wimmer Schwingruber, penulis studi dari Universitas Kiel, Jerman.

Paparan kronis sinar kosmik galaksi (GCR) dikatakan menyebabkan katarak, kanker, atau penyakit degeneratif pada sistem saraf pusat atau sistem organ lainnya. Selain itu, paparan peristiwa partikel matahari besar (SPE) dalam situasi tanpa perlindungan yang memadai dapat memiliki efek akut yang parah.

READ  Siput bisa tidur selama 3 tahun, itulah sebabnya: Okezone techno

Para ilmuwan di NASA menggambarkan radiasi sebagai salah satu dari lima bahaya dan yang paling mengancam penerbangan luar angkasa manusia.

Meluncurkan Science Advances, eksposur GCR tidak dapat dihindari. Namun, GCR memiliki dosis SPE yang lebih rendah dan sporadis serta tidak dapat diprediksi. SPE terkadang sangat intens karena semburan matahari dan pelepasan massa koronal.

Selama misi Apollo, astronot membawa dosimeter di sepanjang bulan. Namun, data radiasi yang diselesaikan berdasarkan waktu dari permukaan bulan belum dilaporkan.

(jnp / fea)

[Gambas:Video CNN]

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

MEDIABOGOR.COM AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND MARKEN VON AMAZON.COM, INC. ODER SEINE MITGLIEDER. Als AMAZON ASSOCIATE VERDIENEN WIR VERBUNDENE KOMMISSIONEN FÜR FÖRDERBARE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS UNTERSTÜTZT HABEN, UNSERE WEBSITE-GEBÜHREN ZU ZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.COM UND SEINEN VERKÄUFERN.
Media Bogor