RI tidak mau mencari Mars: biayanya terlalu tinggi

Jakarta, CNN Indonesia –

Institut Penerbangan dan Antariksa Nasional (delapanIa menyebutkan bahwa mereka tidak memiliki program khusus untuk pencarian Mars. Peneliti LAPAN, Rhorom Priyatikanto, mengatakan, pihaknya terus mengikuti perkembangan terkait Mars melalui penelitian yang dilakukan oleh lembaga serupa di luar negeri.

“Sampai saat ini Laban belum memiliki program khusus untuk penelitian Mars. Namun, kami sebagai peneliti sedang berusaha melakukan itu Diperbarui Perkembangan saat ini CNNIndonesia.comSelasa (11/3).

Rorum enggan menjelaskan secara detail mengapa Laban tidak mempelajari Mars. Dia hanya mengatakan bahwa sebagian besar penelitian lanjutan di Mars kini dilakukan melalui kunjungan langsung atau pengiriman kendaraan untuk pengukuran dan observasi in situ.




“Biayanya mahal, jadi perlu kerja sama jika Indonesia ingin berpartisipasi aktif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Roorum menegaskan, ada masalah bahwa tidak ada negara yang berhak mengklaim penguasaan bulan atau benda luar angkasa lainnya. Hal tersebut menanggapi pernyataan CEO SpaceX Elon Musk yang menyebutkan bahwa koloni manusia di Mars akan menggunakan aturan pemerintahannya sendiri.

“Namun, dia mengatakan konsensus itu tidak berbicara tentang entitas swasta seperti SpaceX atau raksasa luar angkasa lainnya,” kata Roorum.

Di sisi lain, Roorum menegaskan bahwa Mars bukanlah planet yang layak huni karena tidak banyak mengandung oksigen dan air. Hal ini karena ia menegaskan bahwa syarat paling mendasar agar benda antariksa dianggap layak huni adalah ketersediaan oksigen untuk bernapas dan air sebagai penunjang kehidupan.

“Gaya gravitasi medan magnet yang cukup untuk melindungi organisme dari paparan sinar kosmik juga merupakan syarat yang harus dicermati,” ujarnya.

Roorum menambahkan, Mars memiliki atmosfer yang didominasi karbondioksida dengan sedikit nitrogen dan argon. Konsentrasi oksigen di planet ini sangat kecil. Sementara itu, air membeku di Mars dan di bawah permukaan, kecuali di kutub.

READ  Pasien PPOK rentan terhadap Covid-19

“Gravitasi di planet ini lebih kecil sedangkan medan magnet sangat lemah. Dengan kondisi tersebut, sinar kosmik mudah jatuh di planet ini dan dapat menyebabkan kanker jika ada makhluk hidup yang berkeliaran di permukaannya,” kata Roorum.

(jps / DAL)

[Gambas:Video CNN]


More from Mahammed Shehata

Hasil awal uji klinis vaksin korona mengarah pada kekebalan

Jakarta, CNN Indonesia – Uji coba vaksin virus Corona (Covid-19) Dari Johnson...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *