Saham Tiga Pilar (AISA) terangkat, investor masih harus berhati-hati

ILUSTRASI. Harga saham Tiga Pilar (AISA) mengakumulasikan kenaikan 26,19% dalam sepekan terakhir

Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) sejak awal minggu. Pergerakan sejauh ini cukup menarik.

Jumat (4/9), harga saham AISA ditutup naik 28 poin atau setara 15,22% dengan Rp 212 per saham. Dengan demikian, saham-saham yang kasusnya sempat menggemparkan bursa saham lokal mengalami kenaikan sebesar 26,19% dalam sepekan terakhir.

Bahkan, saham AISA sempat ditutup turun 6,37% ke level Rp 147 per saham Senin (31/8) di hari pertama perdagangan setelah suspensi dicabut. Sehari setelah itu, saham AISA ditutup kembali turun 6,80% ke level Rp 137 per saham. Hanya pada hari Kamis saham AISA melonjak 34,31% ke level Rp 184 per saham dan akan berlanjut hingga penutupan perdagangan hari ini.

Meski kehilangan bisnis dengan kontribusi terbesar terhadap kinerja keuangan yaitu segmen beras, fundamental AISA tetap memiliki prospek yang cerah. Apalagi perusahaan ini masih fokus di sektor konsumer.

Baca juga: Harga saham The Three Pillars (AISA) anjlok menjadi auto rejection di hari pertama

Namun, David Sutyanto, Kepala Ekuitas Swarna Sekuritas, belum merekomendasikan saham AISA untuk jangka pendek. “Lebih baik tunggu sampai laporan keuangannya keluar,” kata David, Jumat (4/9).

Selain laporan keuangan, investor juga perlu menunggu hal-hal lain, seperti dampak aksi korporasi ke depan. “Jadi lebih Konfirmasi, “tambah David.

Yang pasti, kepemilikan saham akan terdilusi menjadi 55,62%. Alasannya adalah, AISA akan menerbitkan saham baru dengan skema alias tanpa HMETD penempatan pribadi.

Baca juga: Kabar gembira, saham Tiga Pilar (AISA) sudah bisa diperdagangkan mulai Senin (31/8).

READ  Pergerakan Harga Emas Hari Ini, 14 September 2020

Direktur Utama AISA Lim Aung Seng menjelaskan pihaknya akan melepas 6 miliar saham seri B dengan harga pelaksanaan Rp 210 per saham melalui penempatan pribadi itu. Artinya AISA akan meraup Rp1,26 triliun melalui aksi korporasi ini, di mana seluruh sahamnya akan diserap oleh PT Pangan Sejahtera Investama.

Pangan Sejahtera adalah pemegang 32,78% saham AISA. “Hasil dana penempatan pribadi Kami akan gunakan untuk memperbaiki kondisi keuangan, ‚ÄĚjelas Lim. Diantaranya membayar Obligasi TPS Food I Rp 600 miliar, Sukuk Ijarah TPS Food I Rp 300 miliar dan Sukuk Ijarah TPS Food II Rp 1,2 triliun .

Setelah penempatan pribadi, Neraca AISA akan meningkat. Ekuitas yang tadinya minus Rp1,32 triliun berubah menjadi surplus Rp1,13 triliun.

Lim menambahkan, kewajiban finansial AISA akan jatuh tempo akhir tahun ini. “Jadi, penempatan pribadi akan selesai Desember tahun ini, “ujarnya.

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher gratis senilai donasi yang dapat digunakan berbelanja TOKO SELAMAT.



Written By
More from Masud Madani

[POPULER OTOMOTIF] Mobil Bekas Rp. 70 Juta di Auction Hall | Avanza-Xenia Terbaru Luncurkan 2021 Halaman all

JAKARTA, KOMPAS.com – Mau beli mobil tapi punya dana terbatas, kendaraan roda...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *